Mahasiswa KKN UNRI Edukasi Siswa SMAN 3 Teluk Meranti tentang Anti Bullying dan Bahaya Kenakalan Remaja

datariau.com
113 view
Mahasiswa KKN UNRI Edukasi Siswa SMAN 3 Teluk Meranti tentang Anti Bullying dan Bahaya Kenakalan Remaja

PELALAWAN, datariau.com - Dalam upaya membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia dan bebas dari perilaku menyimpang, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) Desa Kuala Panduk menggelar sosialisasi bertajuk "Sosialisasi Anti Bullying: Menjadi Generasi Berakhlak Mulia dan Anti Kenakalan Remaja" di SMAN 3 Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa-siswi SMAN 3 Teluk Meranti dengan penuh antusias. Acara dipandu oleh Dina Relita Br. Napitupulu sebagai pembawa acara, sementara materi disampaikan oleh tiga pemateri, yakni Zilla Fadila, Cindy Maharani Farhan, dan Fargie Rahmadi Adha.

Salah satu perwakilan mahasiswa KKN UNRI, Alya Febrianti, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang kerap dihadapi remaja saat ini, mulai dari perundungan (bullying), pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan rokok dan narkotika.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Edukasi Gerakan Anti-Bullying di SDN 002 Pasar Usang Baserah, Tanamkan Budaya Sekolah Ramah Anak


"Remaja merupakan generasi yang akan menentukan masa depan bangsa. Karena itu, kami ingin mengajak adik-adik untuk lebih berani menolak perilaku negatif dan mulai membangun lingkungan pergaulan yang saling menghargai, peduli, serta mampu mengambil keputusan yang baik untuk diri sendiri," ujar Alya.

Pada sesi pertama, Zilla Fadila memaparkan materi mengenai pengertian bullying beserta berbagai bentuknya yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Ia menjelaskan bahwa tindakan perundungan merupakan perilaku yang bertentangan dengan norma, etika, dan nilai-nilai kemanusiaan karena dapat menimbulkan dampak serius, baik secara fisik maupun psikologis bagi korban.

Menurutnya, pencegahan bullying tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga seluruh warga sekolah, termasuk para siswa yang diharapkan berani melaporkan atau mencegah tindakan perundungan apabila menemukannya di lingkungan sekitar.

Baca juga:Mahasiswa KKN Universitas Riau Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN 009 Pulau Ingu


Selanjutnya, Cindy Maharani Farhan menyampaikan materi mengenai bahaya pergaulan bebas di kalangan remaja. Dalam paparannya dijelaskan pengertian pergaulan bebas, faktor-faktor yang memengaruhi munculnya perilaku tersebut, hingga dampaknya terhadap kehidupan pelajar.

Ia menekankan bahwa pergaulan yang tidak sehat dapat menyebabkan penurunan prestasi belajar, memicu perilaku menyimpang, hingga merusak masa depan remaja apabila tidak disikapi dengan bijak. Oleh karena itu, para siswa diajak untuk memilih lingkungan pertemanan yang positif dan mampu memberikan pengaruh baik bagi perkembangan diri.

Sementara itu, pada sesi terakhir, Fargie Rahmadi Adha memberikan edukasi mengenai dampak penggunaan rokok dan narkotika terhadap kesehatan fisik, kesehatan mental, serta kehidupan sosial remaja.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta FISIP UNRI Sosialisasikan Anti-Bullying di SDN 153 Pekanbaru, Tanamkan Budaya Sekolah Ramah Anak


Ia menjelaskan bahwa kebiasaan merokok maupun penyalahgunaan narkotika tidak hanya merusak organ tubuh, tetapi juga dapat menurunkan prestasi belajar, mengganggu hubungan sosial, hingga meningkatkan risiko berbagai penyakit serius.

Suasana sosialisasi semakin hidup ketika memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa aktif menyampaikan pertanyaan serta berbagi pengalaman terkait berbagai persoalan yang mereka hadapi di lingkungan sekolah maupun pergaulan sehari-hari.

Salah seorang siswa bahkan mengaku pernah merokok, namun kini sedang berusaha menghentikan kebiasaan tersebut. Ia menyampaikan masih merasakan rasa gelisah saat mencoba berhenti dan meminta saran mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan agar proses tersebut berjalan lebih baik.

Baca juga:Mahasiswa FISIP Berdampak Universitas Riau Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SD Aulia Cendekia Islamic School


Menanggapi hal itu, para pemateri memberikan edukasi mengenai cara menghentikan kebiasaan merokok secara bertahap, mulai dari membangun niat yang kuat, menghindari lingkungan yang mendorong kebiasaan merokok, memperbanyak aktivitas positif, hingga mencari dukungan dari keluarga maupun teman terdekat.

Fargie Rahmadi Adha menegaskan bahwa keberhasilan seseorang untuk berhenti merokok sangat ditentukan oleh kemauan yang muncul dari dalam dirinya sendiri.

"Merokok memang menjadi salah satu kebiasaan yang sulit dihentikan. Namun, perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Jika ada kemauan yang kuat untuk berhenti, maka proses tersebut akan jauh lebih mudah dijalani dengan dukungan dari orang-orang di sekitar," jelasnya.

Baca juga: Mahasiswa Kukerta UNRI Gelar Sosialisasi Stop Bullying di SDN 010 Talontam Kuantan Singingi


Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNRI Desa Kuala Panduk berharap para siswa semakin memahami pentingnya menjauhi perilaku bullying, pergaulan bebas, rokok, maupun narkotika.

Penulis
: Alya Febrianti
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)