Mahasiswa KKN UNRI Desa Kuala Panduk Bangun Tempat Pembakaran Sampah Sederhana dan Edukasi Warga Kelola Sampah dengan Benar

datariau.com
92 view
Mahasiswa KKN UNRI Desa Kuala Panduk Bangun Tempat Pembakaran Sampah Sederhana dan Edukasi Warga Kelola Sampah dengan Benar

PELALAWAN, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) Desa Kuala Panduk membangun tempat pembakaran sampah sederhana dan menyediakan tempat sampah sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan di Pasar Tradisional Kuala Panduk, Kabupaten Pelalawan, Rabu (29/7/2026). Program ini disertai edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pembuangan, pemilahan, dan pengolahan sampah secara bertanggung jawab.

Usai pembangunan fasilitas tersebut, mahasiswa KKN bersama aparat desa menggelar demonstrasi penggunaan tempat pembakaran sampah. Masyarakat diperkenalkan dengan cara memanfaatkan fasilitas tersebut secara aman, sekaligus diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah.

Kegiatan yang mengusung tema "Edukasi Pentingnya Pembuangan, Pemilahan, dan Pengolahan Sampah" ini menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam mengurangi kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan, khususnya ke sungai yang selama ini masih kerap terjadi.

Baca juga:Mahasiswa FBN Universitas Riau Serahkan Tong Sampah untuk Masjid di Kelurahan Wonorejo, Dorong Budaya Pilah Sampah


Perwakilan Mahasiswa KKN UNRI Desa Kuala Panduk, Alya Febrianti, mengatakan pembangunan tempat pembakaran sampah sederhana merupakan bagian dari program kerja yang dirancang untuk memberikan solusi praktis terhadap persoalan sampah di lingkungan desa.

"Kami tidak hanya membangun fasilitasnya, tetapi juga ingin memperlihatkan secara langsung bagaimana cara menggunakannya dengan aman dan efektif. Harapannya, masyarakat dapat mulai membiasakan memilah sampah organik dan anorganik serta tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah," ujar Alya.

Dalam sesi demonstrasi, mahasiswa menjelaskan pentingnya memisahkan sampah organik dan anorganik sebelum dibuang. Sampah organik seperti daun, sisa sayuran, dan kulit buah dianjurkan dikumpulkan secara terpisah, sementara sampah anorganik seperti plastik dan kemasan dipilah agar lebih mudah dikelola.

Baca juga:Mahasiswa KKN Universitas Riau Gelar Pelatihan Ecobrick di Desa Tanjung, Dorong Pengelolaan Sampah Plastik Berkelanjutan


Selain itu, masyarakat juga diperlihatkan tahapan penggunaan tempat pembakaran sampah sederhana, mulai dari memasukkan sampah hingga teknik pembakaran yang lebih aman sehingga dapat meminimalkan risiko terhadap lingkungan sekitar.

Sekretaris Desa Kuala Panduk yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UNRI. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi kebiasaan masyarakat membuang sampah ke sungai.

"Sampah plastik jangan lagi dibuang ke sungai. Kalau sampah sudah banyak, kumpulkan dulu sebelum dibakar. Abunya nanti bisa dibuang dengan baik, bahkan ke depan bisa dimanfaatkan. Yang penting masyarakat mulai terbiasa mengumpulkan sampah di tempat yang sudah disediakan, bukan lagi membuangnya sembarangan," katanya.

Baca juga:Sosialisasi dan Demonsentrasi Pembuatan POC Serta Kompos dari Sampah Organik Rumah Tangga


Ia juga mengajak masyarakat, terutama para pedagang di Pasar Tradisional Kuala Panduk, untuk memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan sekaligus menjaga kebersihannya agar kawasan pasar tetap bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh pengunjung.

Program tersebut melibatkan seluruh anggota KKN UNRI Desa Kuala Panduk, yakni Fargie Rahmadi Adha, Alya Febrianti, Cindy Maharani Farhan, Dina Relita Br. Napitupulu, Taufik Ikbal, Thalita Salsabila Luthfi, Zilla Fadila, Nelfita Dewi, Adila Nafisa Alamanda, dan Maulana Alfatih.

Penulis
: Alya Febrianti
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)