Mahasiswa KKN UNRI Bekali Guru SMAN 3 Teluk Meranti Pemanfaatan AI dan Web PhET untuk Pembelajaran Inovatif

datariau.com
84 view
Mahasiswa KKN UNRI Bekali Guru SMAN 3 Teluk Meranti Pemanfaatan AI dan Web PhET untuk Pembelajaran Inovatif

DATARIAU.COM - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) Desa Kuala Panduk terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi bertajuk "Peningkatan Kompetensi Guru dalam Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi dan Artificial Intelligence (AI), Penggunaan Web PhET dan Penerapannya dalam Model Pembelajaran" yang dilaksanakan di SMAN 3 Teluk Meranti, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 13.30 hingga 15.15 WIB ini diikuti oleh para guru SMAN 3 Teluk Meranti dengan tujuan meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai media pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Program tersebut merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa KKN UNRI dalam mendukung transformasi pendidikan di daerah, khususnya melalui pengenalan berbagai platform teknologi yang dapat membantu guru merancang proses pembelajaran yang lebih efektif dan berpusat pada peserta didik.

Baca juga:Mahasiswa KKN KUKERTA Berdampak Universitas Riau Sosialisasikan Pemanfaatan AI untuk Memudahkan Guru Menyusun Bahan Ajar


Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan demonstrasi penggunaan berbagai platform digital yang dapat diterapkan langsung dalam proses belajar mengajar. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi yang disampaikan oleh mahasiswa KKN.

Perwakilan mahasiswa KKN UNRI, Alya Febrianti, mengatakan bahwa perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), seharusnya menjadi peluang bagi para guru untuk terus berinovasi dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik.

"Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa teknologi dan Artificial Intelligence bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi alat bantu yang dapat mempermudah guru dalam menyiapkan media pembelajaran. Dengan memanfaatkan berbagai platform digital secara tepat, guru dapat lebih fokus pada proses membimbing dan mendampingi peserta didik," ujar Alya.

Baca juga:Universitas Paramadina dan Komisi X DPR RI Bahas Transformasi Pendidikan di Era AI, Dorong Kurikulum Adaptif dan Berbasis Etika


Rangkaian sosialisasi diawali dengan penyampaian materi oleh Thalita Salsabila Luthfi mengenai pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan. Ia menjelaskan pentingnya literasi digital bagi guru sebagai salah satu kompetensi yang harus terus dikembangkan di era pembelajaran modern.

Dalam pemaparannya, Thalita juga menjelaskan manfaat media pembelajaran berbasis teknologi dalam meningkatkan keterlibatan siswa selama proses belajar, sekaligus memberikan berbagai contoh penerapan teknologi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan di kelas.

Selanjutnya, Alya Febrianti membawakan materi mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung tugas guru. Ia memperkenalkan konsep dasar AI serta berbagai manfaatnya dalam membantu penyusunan perangkat pembelajaran, pembuatan bahan ajar, hingga penyusunan evaluasi pembelajaran.

Baca juga:Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Biologi: Inovasi Pendidikan atau Tantangan Baru bagi Guru?


Guru-guru juga dikenalkan dengan berbagai platform AI yang dapat dimanfaatkan sebagai asisten digital dalam mendukung aktivitas mengajar. Menurut Alya, penggunaan AI yang tepat dapat membantu guru menghemat waktu dalam menyiapkan materi sehingga lebih fokus pada proses pembelajaran dan pendampingan siswa.

Materi berikutnya disampaikan oleh Maulana Alfatih yang mengenalkan Web PhET sebagai media pembelajaran berbasis simulasi interaktif. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa PhET dapat membantu peserta didik memahami berbagai konsep abstrak, terutama pada mata pelajaran sains, melalui simulasi yang menarik dan mudah dipahami.

Ia juga menjelaskan bagaimana Web PhET dapat diintegrasikan ke dalam berbagai model pembelajaran sehingga siswa lebih aktif melakukan eksplorasi, diskusi, serta menemukan konsep secara mandiri. Pendekatan tersebut dinilai mampu menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan meningkatkan pemahaman peserta didik.

Baca juga:Benarkah AI Membuat Siswa Malas Berpikir? Penelitian Justru Mengungkapkan Fakta Berbeda


Suasana kegiatan semakin hidup ketika memasuki sesi diskusi. Para guru memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertanya mengenai berbagai teknologi yang dapat diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari.

Salah seorang guru mengajukan pertanyaan mengenai cara membuat video pembelajaran berbentuk animasi yang menarik agar lebih mudah dipahami siswa.

Menanggapi hal tersebut, Alya Febrianti memberikan demonstrasi singkat mengenai tahapan pembuatan video animasi berbasis AI. Ia menjelaskan bahwa proses diawali dengan menyusun naskah menggunakan ChatGPT, kemudian mengembangkan konsep visual melalui Canva.

Baca juga:Mahasiswa FBN UNRI Kenalkan Canva kepada Anak-anak Kelurahan Palas, Tingkatkan Kreativitas dan Literasi Digital


Selanjutnya, narasi video dibuat menggunakan ElevenLabs, yaitu platform berbasis AI yang mampu mengubah teks menjadi suara dengan berbagai pilihan karakter. Narasi tersebut kemudian dipadukan dengan desain visual di Canva sehingga menghasilkan video pembelajaran yang siap digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.

Demonstrasi tersebut mendapat perhatian besar dari para peserta karena memberikan gambaran praktis mengenai pemanfaatan AI dalam menghasilkan media pembelajaran yang menarik tanpa memerlukan kemampuan desain maupun penyuntingan video yang rumit.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNRI berharap para guru memperoleh wawasan baru mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam dunia pendidikan sekaligus semakin percaya diri untuk mengembangkan media pembelajaran yang inovatif.

Sosialisasi ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong transformasi pembelajaran di SMAN 3 Teluk Meranti agar semakin kreatif, interaktif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjawab kebutuhan peserta didik di era digital.

Baca juga:Terlalu Sering Pakai ChatGPT, Otak Jadi Malas?


Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud kontribusi nyata mahasiswa KKN Universitas Riau dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi guru, sejalan dengan semangat pengabdian kepada masyarakat dan upaya mewujudkan pendidikan yang berkualitas di daerah.***

Penulis
: Alya Febrianti
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)