KAMPAR, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 130 mengembangkan program Apotek Hidup atau Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di lingkungan Posyandu Dusun Pulau Empat, Desa Empat Balai, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Riau.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 7 Agustus 2026, tersebut melibatkan ibu-ibu Posyandu sebagai bagian dari upaya memanfaatkan lahan sekitar menjadi ruang yang produktif, edukatif, sekaligus bermanfaat bagi masyarakat.
Program Apotek Hidup menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKN UMRI dalam mendorong pemanfaatan lingkungan secara optimal. Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan dengan berbagai jenis tanaman yang memiliki manfaat dan dapat dibudidayakan secara sederhana di lingkungan rumah maupun fasilitas umum.
Baca juga:Pelaksanaan KKN UIN Suska di Desa Empat Balai Resmi Dibuka
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan membersihkan dan menata lahan di sekitar Posyandu. Mahasiswa KKN bersama ibu-ibu Posyandu bergotong royong menyiapkan area penanaman, menata tanaman obat, serta membuat lingkungan Posyandu menjadi lebih hijau dan tertata.
Tidak hanya melakukan penanaman, mahasiswa KKN UMRI juga membuat dan memasang papan informasi yang mencantumkan nama tanaman serta manfaatnya. Papan tersebut diharapkan menjadi sarana edukasi sederhana bagi masyarakat, khususnya dalam mengenali jenis dan kegunaan tanaman yang ditanam.
Ketua Posyandu Dusun Pulau Empat, Desa Empat Balai, mengapresiasi program yang dilaksanakan mahasiswa KKN UMRI tersebut. Menurutnya, keberadaan Apotek Hidup memberikan manfaat bagi lingkungan Posyandu sekaligus membuka ruang edukasi bagi masyarakat.
Baca juga:Mahasiswa
Kukerta UNRI Desa Empat Balai Gelar Pentas Seni Hari Anak Nasional
2026, Dorong Kreativitas dan Kepercayaan Diri Siswa
“Program Apotek Hidup ini sangat bagus karena lahan di sekitar Posyandu bisa dimanfaatkan menjadi lebih produktif. Selain membuat lingkungan lebih hijau dan rapi, masyarakat juga bisa mengenal berbagai tanaman obat dan manfaatnya. Kami berharap tanaman yang sudah ditanam dapat terus dirawat dan dimanfaatkan bersama,” ujarnya.
Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 130 berharap keberadaan Apotek Hidup dapat terus dipelihara dan dikembangkan oleh masyarakat setelah masa pelaksanaan KKN berakhir.
Keberlanjutan perawatan menjadi bagian penting agar program tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sementara, tetapi dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Empat Balai.
Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau
Melalui program sederhana tersebut, mahasiswa KKN UMRI berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Selain menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan tertata, Apotek Hidup diharapkan dapat menjadi media edukasi serta mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan di sekitar secara lebih produktif.***