KUALA LUMPUR, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Internasional (KKN-I) yang merupakan kolaborasi Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) dan Universitas 'Aisyiyah Bandung mengembangkan SBKita, sebuah sistem internal berbasis teknologi yang dirancang untuk membantu pengelolaan administrasi Sanggar Bimbingan (SB) Muhammadiyah Kampung Baru, Kuala Lumpur, Malaysia.
Pengembangan SBKita menjadi salah satu luaran teknologi dalam pelaksanaan KKN Internasional yang berlangsung pada 1-29 Agustus 2026.
Sistem tersebut dikembangkan setelah mahasiswa melakukan observasi serta berdiskusi secara langsung dengan pengelola Sanggar Bimbingan untuk mengidentifikasi kebutuhan administrasi yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari.
Baca juga:Mahasiswa KKN Internasional UMRI dan Universitas ’Aisyiyah Bandung Gelar Edukasi Kesehatan di Kuala Lumpur
Berbeda dengan website profil yang umumnya ditujukan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat umum, SBKita dirancang sebagai sistem internal yang membantu pengelola dalam melakukan pencatatan dan pengelolaan berbagai data Sanggar Bimbingan.
Pengembangan sistem mulai dilakukan pada 15 Agustus 2026. Pada tahap awal, mahasiswa memetakan sejumlah kebutuhan dasar yang dinilai paling relevan untuk mendukung pengelolaan administrasi SB Muhammadiyah Kampung Baru.
Dari pemetaan tersebut, SBKita dikembangkan dengan sejumlah fungsi utama, yakni pendataan siswa, pendataan prestasi siswa, pendaftaran internal, serta administrasi surat-menyurat.
Baca juga:Mahasiswa KKN Internasional UMRI dan Unisa Bandung Meriahkan HUT ke-81 RI di Malaysia
Fitur pendataan siswa dirancang untuk membantu pengelola menyimpan dan mengelola informasi peserta didik secara lebih terstruktur. Data siswa menjadi salah satu bagian penting dalam operasional Sanggar Bimbingan karena berkaitan langsung dengan proses pembelajaran maupun kebutuhan administrasi lainnya.
Selain itu, SBKita menyediakan fitur pendataan prestasi siswa. Fitur ini ditujukan agar berbagai pencapaian peserta didik dapat terdokumentasi dengan lebih rapi sehingga pengelola memiliki catatan perkembangan dan prestasi siswa yang dapat digunakan ketika diperlukan.
Sistem tersebut juga dilengkapi fitur pendaftaran internal. Melalui fitur ini, pencatatan data calon siswa dapat dilakukan secara lebih terorganisasi sebelum selanjutnya dikelola oleh pihak Sanggar Bimbingan.
Baca juga:Mahasiswa Sosiologi UNRI Bawa Budaya Melayu ke Panggung Asia Tenggara Lewat KKN Internasional di Malaysia
Pada aspek administrasi, SBKita menyediakan pengelolaan surat-menyurat untuk mendukung kebutuhan dokumen internal. Fitur tersebut dikembangkan berdasarkan kebutuhan SB terhadap pengelolaan dokumen yang praktis dan mudah digunakan, tanpa menjadikan sistem terlalu kompleks bagi penggunanya.
Utamakan Kemudahan Pengguna
Salah satu prinsip yang diterapkan mahasiswa selama proses pengembangan adalah menjaga agar SBKita tetap sederhana dan mudah digunakan.
Mahasiswa tidak hanya mempertimbangkan jumlah fitur yang dapat dimasukkan ke dalam sistem, tetapi juga memperhatikan kondisi dan kebiasaan pengguna yang nantinya akan mengoperasikan sistem tersebut.
Pendekatan tersebut dinilai penting karena teknologi dalam kegiatan pengabdian masyarakat tidak cukup hanya berfungsi secara teknis. Solusi digital juga harus mampu menyesuaikan dengan kebutuhan nyata mitra dan kondisi operasional di lapangan.
Proses pengembangan berlangsung selama masa KKN dengan berbagai penyesuaian berdasarkan hasil diskusi bersama pihak Sanggar Bimbingan. Mahasiswa melakukan penyempurnaan secara bertahap hingga seluruh ruang lingkup pengembangan yang telah direncanakan dapat diselesaikan.
Pada 28 Agustus 2026, SBKita telah mencapai 100 persen tahap pengembangan sesuai ruang lingkup yang disepakati.
Sistem tersebut kemudian didemonstrasikan secara langsung kepada Bunda Min, selaku pengelola Sanggar Bimbingan Muhammadiyah Kampung Baru.
Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa memperlihatkan alur penggunaan sistem sekaligus menjelaskan fungsi-fungsi utama yang telah dikembangkan.
Siap Deployment, Masih Menunggu Arahan Hosting
Meski tahap pengembangan telah dinyatakan selesai, SBKita belum langsung ditempatkan pada layanan hosting atau dibuka untuk akses publik.
Hal tersebut bukan disebabkan sistem belum selesai dikembangkan. Proses hosting masih menunggu arahan dan keputusan lebih lanjut dari pihak pengelola Sanggar Bimbingan mengenai kebutuhan hosting serta mekanisme pengelolaan sistem ke depan.
Dengan demikian, SBKita berada dalam kondisi siap memasuki tahap deployment setelah pihak SB menentukan kebutuhan hosting dan mekanisme pengelolaan selanjutnya.
Pengembangan SBKita sekaligus menjadi bentuk penerapan kompetensi mahasiswa di bidang teknologi dalam kegiatan pengabdian masyarakat.
Permasalahan yang ditemukan selama berada di lapangan tidak hanya dijawab melalui kegiatan edukasi kepada siswa, tetapi juga melalui solusi digital yang secara khusus diarahkan untuk membantu kebutuhan pengelola.
Bagi mahasiswa, proses tersebut memberikan pengalaman bahwa pengembangan sebuah sistem tidak selalu dimulai dari teknologi yang akan digunakan.
Identifikasi kebutuhan pengguna, kondisi operasional, kemudahan penggunaan, serta keberlanjutan sistem menjadi aspek penting yang perlu dipertimbangkan sebelum sebuah solusi teknologi diterapkan.
Kehadiran SBKita diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pengelola Sanggar Bimbingan Muhammadiyah Kampung Baru dalam membangun pengelolaan administrasi yang semakin terstruktur, praktis, dan terdokumentasi.
Melalui program tersebut, KKN Internasional tidak hanya meninggalkan pengalaman dan rangkaian kegiatan selama masa pengabdian, tetapi juga menghasilkan luaran teknologi yang masih dapat dikembangkan sesuai kebutuhan Sanggar Bimbingan pada masa mendatang.
Kolaborasi mahasiswa UMRI dan Universitas 'Aisyiyah Bandung melalui KKN Internasional di Malaysia menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mengintegrasikan pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan pemanfaatan teknologi untuk menjawab kebutuhan mitra secara langsung.***