KAMPAR, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau (UNRI) Desa Tambang Tahun 2026 menggelar Lomba Hari Anak Nasional pada Ahad, 26 Juli 2026, di Musala Al-Mizan, Dusun IV Kampung Terendam, Desa Tambang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Kegiatan yang menghadirkan dua cabang perlombaan, yakni lomba adzan dan lomba hafalan surat pendek, menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa dalam mendukung pembinaan karakter dan pendidikan keagamaan bagi anak-anak di desa.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KUKERTA UNRI berupaya menghadirkan ruang pembelajaran yang edukatif, menyenangkan, dan sarat nilai-nilai keislaman. Perlombaan ini bertujuan mengembangkan kemampuan anak-anak, melatih keberanian tampil di depan umum, meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus menumbuhkan semangat mempelajari dan mengamalkan ajaran Islam sejak usia dini.
Rangkaian kegiatan diawali dengan proses registrasi peserta yang diikuti oleh anak-anak dari berbagai dusun di Desa Tambang. Mahasiswa KUKERTA mendampingi seluruh proses pendaftaran ulang sekaligus memberikan pengarahan mengenai tata tertib dan mekanisme perlombaan agar pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan kondusif.
Baca juga:Mahasiswa
Kukerta UNRI Desa Empat Balai Gelar Pentas Seni Hari Anak Nasional
2026, Dorong Kreativitas dan Kepercayaan Diri Siswa
Setelah seluruh peserta berkumpul, acara dibuka secara resmi yang dilanjutkan dengan sambutan Ketua Kelompok KUKERTA Universitas Riau Desa Tambang Tahun 2026. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa momentum Hari Anak Nasional menjadi kesempatan yang tepat untuk memberikan wadah bagi anak-anak dalam mengembangkan bakat serta keberanian melalui kegiatan yang positif.
"Melalui kegiatan ini, anak-anak diharapkan dapat semakin bersemangat untuk belajar, berani tampil, serta meningkatkan kemampuan dalam melafalkan adzan dan menghafal surat-surat pendek. Semangat dan keberanian yang ditunjukkan oleh seluruh peserta menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan ini," ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga mampu menjadi media pembinaan karakter sekaligus meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai keagamaan.
Baca juga:Peringati Hari Anak Nasional, Mahasiswa Kukerta Berdampak Unri Gelar Lomba Mewarnai di TK Al-Hidayat Pasir Sialang Jaya
Apresiasi turut disampaikan Kepala Desa Tambang, Muhammad Alimuddin, SP. Dalam sambutannya, ia mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KUKERTA Universitas Riau yang telah menghadirkan kegiatan edukatif bagi anak-anak Desa Tambang.
Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, peningkatan rasa percaya diri, serta penguatan pendidikan agama bagi generasi muda.
"Kami mengapresiasi mahasiswa KUKERTA Universitas Riau Desa Tambang Tahun 2026 yang telah menghadirkan kegiatan positif bagi anak-anak. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar, membangun rasa percaya diri, serta mendorong anak-anak untuk terus memperdalam pengetahuan keagamaan," kata Muhammad Alimuddin.
Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Semarakkan Hari Anak Nasional di SDN 002 Desa Tambak dengan Beragam Lomba Edukatif
Usai pembukaan, perlombaan dimulai sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Para peserta mengikuti setiap cabang lomba secara bergantian dengan penuh antusias. Dukungan dari orang tua, pengajar TPA, pendamping, serta masyarakat sekitar menciptakan suasana yang hangat dan penuh semangat sepanjang kegiatan berlangsung.
Pada cabang lomba hafalan surat pendek, peserta diuji kemampuan menghafal dan melafalkan empat surat pilihan, yakni Az-Zalzalah, Al-'Adiyat, Al-Qari'ah, dan At-Takasur. Dewan juri memberikan penilaian berdasarkan aspek adab, tajwid dan tahsin, serta ketepatan hafalan.
Berdasarkan hasil penilaian, Zahra Yuli berhasil meraih juara pertama dengan nilai 91. Posisi juara kedua diraih Arsyla Mikhayla Efida dengan nilai 89, sedangkan juara ketiga diraih Qalesya Azhara dengan nilai 87.
Baca juga:Mahasiswa
Kukerta UNRI 2026 Peringati Hari Anak Nasional di SDN 004 Pelukahan,
Tanamkan Semangat Anti-Bullying dan Raih Cita-cita
Sementara itu, pada cabang lomba adzan, peserta dinilai berdasarkan aspek adab, tajwid, ketepatan bacaan, kelancaran pelafalan, serta sikap saat membawakan adzan. Seluruh peserta menunjukkan kemampuan terbaik mereka dengan penuh percaya diri di hadapan dewan juri dan para penonton.
Hasil akhir menetapkan M. Fathan Agtalah Salim sebagai juara pertama dengan nilai 92. Azka Naufal Mubarok berhasil meraih juara kedua dengan nilai 91, sedangkan M. Alif Al Fatir menempati posisi juara ketiga dengan nilai 89.
Suasana perlombaan berlangsung meriah namun tetap tertib. Sorak dukungan dari orang tua, pengajar TPA, dan masyarakat semakin memotivasi peserta untuk memberikan penampilan terbaik mereka. Tidak sedikit peserta yang mampu tampil percaya diri meskipun baru pertama kali mengikuti perlombaan di hadapan banyak orang.
Baca juga:Peringati Hari Anak Nasional 2026, Mahasiswa KUKERTA UNRI Gelar Edukasi Kreatif untuk Puluhan Anak di Desa Berumbung Baru
Salah seorang pengajar TPA, Ustaz Agus, mengaku mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, perlombaan semacam ini memiliki manfaat besar dalam membangun keberanian anak-anak sekaligus meningkatkan kecintaan mereka terhadap pembelajaran agama.
"Lomba ini menjadi kegiatan yang positif bagi anak-anak karena dapat melatih keberanian mereka untuk tampil serta meningkatkan semangat dalam mempelajari adzan dan menghafal surat-surat pendek. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan," ungkapnya.
Mahasiswa KUKERTA UNRI Desa Tambang Tahun 2026 berharap kegiatan tersebut dapat menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus mengembangkan potensi, meningkatkan rasa percaya diri, serta memperdalam pengetahuan keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau
Pelaksanaan Lomba Hari Anak Nasional ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa KUKERTA Universitas Riau kepada masyarakat melalui kegiatan yang edukatif, inspiratif, dan bermanfaat. Sinergi antara mahasiswa, Pemerintah Desa Tambang, pengajar TPA, orang tua, serta masyarakat diharapkan terus terjalin sehingga mampu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak-anak menjadi generasi yang berakhlak mulia, percaya diri, dan berprestasi.***