SIAK, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 36 menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan bertema DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar) bersama masyarakat Desa Tasik Seminai, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UMRI dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya mengenai pentingnya pengelolaan dan penggunaan obat secara tepat, aman, serta bertanggung jawab.
Dalam penyuluhan, mahasiswa KKN UMRI Kelompok 36 menjelaskan empat prinsip utama DAGUSIBU, mulai dari cara mendapatkan obat yang benar, menggunakan obat sesuai aturan, menyimpan obat dengan baik, hingga membuang obat yang sudah tidak digunakan secara tepat.
Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana dan mudah dipahami agar masyarakat dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memperhatikan informasi yang tertera pada kemasan dan aturan penggunaan sebelum mengonsumsi obat.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak untuk lebih bijak dalam mengelola obat di lingkungan keluarga. Pengetahuan mengenai penggunaan obat yang tepat diharapkan dapat membantu mencegah kesalahan penggunaan obat serta meningkatkan keamanan dalam pemakaian obat rumah tangga.

Penyuluhan DAGUSIBU yang dilaksanakan Mahasiswa
KKN UMRI Kelompok 36 bersama masyarakat Desa Tasik Seminai.
Penyuluhan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan masyarakat Desa Tasik Seminai. Antusiasme masyarakat terlihat dari keikutsertaan mereka selama kegiatan berlangsung, terutama saat mendapatkan penjelasan mengenai penggunaan dan penyimpanan obat yang tepat.
DAGUSIBU sendiri menekankan bahwa pengelolaan obat tidak hanya berkaitan dengan mengetahui manfaat obat, tetapi juga bagaimana obat diperlakukan sejak diperoleh hingga tidak lagi digunakan.
Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 36 berharap edukasi tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Kebiasaan mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar diharapkan dapat diterapkan mulai dari lingkungan keluarga.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk berinteraksi dan membangun kedekatan dengan masyarakat selama pelaksanaan program KKN. Selain memberikan edukasi, mahasiswa juga memperoleh pengalaman dalam menyampaikan informasi kesehatan secara langsung kepada masyarakat.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN UMRI dan masyarakat, edukasi kesehatan seperti DAGUSIBU diharapkan dapat terus memberikan dampak positif. Dengan pengetahuan yang lebih baik, masyarakat Desa Tasik Seminai diharapkan semakin sadar akan pentingnya pengelolaan obat yang aman, tepat, dan bertanggung jawab.***
Penulis:
Nurmutia Indah (Farmasi UMRI Akt.2023)
Hanifa Fadila (Pend. Bahasa Inggris UMRI Akt.2023)
Baca juga:Disebar ke Semua Media Sosial, Ribuan Berita KKN Mahasiswa di Data Riau Cepat Viral