SMM PANEL INDO

KKN UMRI Kelompok 21 Edukasi DAGUSIBU di Ponpes Ulya Lil-Mukorobin, Bekali Siswa Kelola Obat dengan Aman

datariau.com
108 view
KKN UMRI Kelompok 21 Edukasi DAGUSIBU di Ponpes Ulya Lil-Mukorobin, Bekali Siswa Kelola Obat dengan Aman
Foto: Ist.
Mahasiswa KKN Kelompok 21 UMRI melaksanakan kegiatan edukasi DAGUSIBU di PKKPS Ulya Lil-Mukorobin, Kampung Gabung Makmur. Kegiatan tersebut diikuti 25 siswa-siswi pondok pesantren.

SIAK, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 21 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melaksanakan kegiatan edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar) di PKKPS Ulya Lil-Mukorobin, Kampung Gabung Makmur. Kegiatan tersebut diikuti 25 siswa-siswi pondok pesantren.

Edukasi ini digelar sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para siswa mengenai pentingnya pengelolaan obat secara tepat, aman, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Rivana Ardila selaku pembawa acara. Selanjutnya, Minanurrohman, S.Pd.Gr., M.Pd., memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada para peserta agar memahami pentingnya penggunaan obat secara bijak.

Baca juga:KKN UMRI Kelompok 65 Laksanakan Pendataan UMKM Desa Pauh Angit Hulu untuk Dukung Wisata Pacu Jalur


Memasuki acara inti, materi DAGUSIBU disampaikan oleh Asty Hidayati dan Salsa Nabila. Para peserta mendapatkan penjelasan mengenai empat prinsip utama dalam pengelolaan obat.

Pertama, peserta diberikan pemahaman tentang cara mendapatkan obat dari sumber yang tepat dan terpercaya. Selanjutnya, mereka diedukasi mengenai penggunaan obat sesuai aturan, termasuk memperhatikan dosis dan petunjuk pemakaian.

Materi juga mencakup cara menyimpan obat dengan benar agar kualitas dan keamanannya tetap terjaga. Tidak kalah penting, peserta dijelaskan mengenai cara membuang obat yang sudah tidak digunakan atau kedaluwarsa secara aman sehingga tidak menimbulkan risiko bagi orang lain maupun mencemari lingkungan.

Baca juga:KKN UMRI Kelompok 112 Tanam TOGA di Pekarangan Kantor Desa Sungai Rambai


Penyampaian materi berlangsung interaktif. Para siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan penggunaan obat dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah edukasi DAGUSIBU, kegiatan dilanjutkan dengan promosi kampus oleh mahasiswa KKN Kelompok 21 UMRI. Dalam sesi tersebut, para siswa dikenalkan dengan berbagai program studi yang tersedia di UMRI, fasilitas kampus, serta peluang pendidikan yang dapat menjadi motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama mahasiswa KKN dan seluruh peserta. Foto bersama tersebut menjadi dokumentasi sekaligus kenang-kenangan atas kegiatan edukasi yang telah dilaksanakan.

Baca juga:KKN UMRI Kelompok 101 Olah Kelapa Jadi VCO, Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Tanjung Beringin


Kegiatan DAGUSIBU ini memiliki sejumlah tujuan, di antaranya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pengelolaan obat yang benar, mencegah kesalahan dalam penggunaan obat, serta mendorong penerapan perilaku hidup sehat melalui pemahaman mengenai penggunaan dan penyimpanan obat yang aman.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama ketika memasuki sesi penyampaian materi dan tanya jawab. Para siswa memperoleh pengetahuan baru mengenai pentingnya penggunaan obat secara rasional serta memahami langkah-langkah yang tepat dalam mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat.

Mahasiswa KKN Kelompok 21 berharap pengetahuan yang diperoleh para peserta tidak berhenti di lingkungan pondok pesantren, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dibagikan kepada keluarga maupun masyarakat di sekitar mereka.

Baca juga:Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 04 Edukasi Siswa SMPN 03 Buantan Besar tentang Pergaulan Sehat


Ketua Divisi Humas KKN Kelompok 21, Dhimas Ardika Rifa'i, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman praktis kepada siswa mengenai pengelolaan obat yang aman.

“Melalui kegiatan DAGUSIBU ini, kami berharap siswa-siswi Pondok Pesantren Ulya Lil-Mukorobin dapat memahami pentingnya pengelolaan obat yang benar. Pengetahuan ini tidak hanya bermanfaat bagi diri mereka sendiri, tetapi juga dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat sekitar sehingga tercipta budaya penggunaan obat yang lebih aman dan bijak,” ujarnya.

Penulis
: Rivana Ardila
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)