KUANTAN SINGINGI, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Kelompok 82 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menghadirkan peta wilayah dan website profil desa sebagai salah satu program kerja di Desa Pulau Lancang, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam membantu pemerintah desa menyediakan informasi yang lebih mudah diakses sekaligus mendokumentasikan profil, potensi, dan identitas Desa Pulau Lancang.
Peta wilayah mulai dipasang di Desa Pulau Lancang pada 29 Agustus 2026. Selanjutnya, peta tersebut diserahkan sekaligus diresmikan oleh Pj. Kepala Desa Pulau Lancang, Oktaviar, pada 5 September 2026 sebagai bentuk serah terima hasil program kerja mahasiswa KKN kepada pemerintah desa.
Baca juga:Cegah Cyberbullying, Mahasiswa KKN 82 Edukasi Siswa SDN 008 Pulau Lancang
Peta yang dibuat tidak hanya menampilkan batas wilayah desa, tetapi juga dilengkapi dengan sejumlah informasi penting mengenai kondisi dan potensi Desa Pulau Lancang. Di antaranya lokasi surau, balai desa, rumah jalur, masjid, hingga area pertanian yang menjadi salah satu bagian penting dalam aktivitas masyarakat.
Selain informasi spasial, peta tersebut juga memuat profil dan sejarah Desa Pulau Lancang serta berbagai potensi unggulan yang dimiliki desa.
Dengan kelengkapan tersebut, peta diharapkan tidak sekadar berfungsi sebagai penunjuk wilayah, tetapi juga menjadi media informasi yang dapat membantu masyarakat maupun pendatang mengenal Desa Pulau Lancang secara lebih dekat.
Baca juga:Cegah Cyberbullying, Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 82 Edukasi Siswa SDN 008 Pulau Lancang
Menariknya, peta wilayah tersebut juga dilengkapi QR Code yang dapat dipindai menggunakan telepon pintar. QR Code tersebut terhubung langsung dengan website profil Desa Pulau Lancang sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi desa secara lebih lengkap melalui platform digital.
Website profil desa dikembangkan untuk menjadi pusat informasi digital yang memuat berbagai informasi mengenai Desa Pulau Lancang. Informasi tersebut mencakup profil desa, sejarah desa, pemerintahan desa, kondisi wilayah, potensi desa, budaya, serta berbagai informasi lain yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat.
Dalam proses pembuatannya, mahasiswa KKN melalui sejumlah tahapan, mulai dari pengumpulan dan penyesuaian data, survei kondisi wilayah, penyusunan informasi, pembuatan desain peta, hingga pengembangan website profil desa.
Baca juga:KKN UMRI Kelompok 8 Gelar Kegiatan Ecoprint Bersama Anak-Anak Desa Kampung Tengah
Mahasiswa juga berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memastikan informasi yang ditampilkan sesuai dengan kondisi dan karakteristik Desa Pulau Lancang.
Kehadiran peta wilayah dan website profil desa tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pemerintah maupun masyarakat. Selain memudahkan akses informasi, program ini juga menjadi sarana untuk mendokumentasikan berbagai potensi dan identitas desa agar dapat dikenal oleh masyarakat luas.
Melalui program tersebut, KKN Reguler Kelompok 82 UMRI berupaya menghadirkan hasil kerja yang tidak hanya bermanfaat selama pelaksanaan KKN, tetapi dapat terus dimanfaatkan oleh Desa Pulau Lancang setelah mahasiswa menyelesaikan kegiatan pengabdian.
Peta wilayah dan website profil desa diharapkan dapat menjadi media informasi yang membantu masyarakat, pemerintah desa, maupun pihak luar untuk mengenal Desa Pulau Lancang, termasuk potensi wilayah dan kehidupan masyarakatnya.***