Kinerja Guru dalam Meningkatkan Pendidikan

datariau.com
905 view
Kinerja Guru dalam Meningkatkan Pendidikan
Ilustrasi.

DATARIAU.COM - Kinerja guru merupakan hasil pekerjaan atau prestasi kerja yang dilakukan oleh seorang guru berdasarkan kemampuan mengelola kegiatan belajar mengajar, yang meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran dan membina hubungan antar pribadi (interpersonal) dengan siswanya.

Menurut data terbaru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kinerja guru di Indonesia mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Program pelatihan dan pengembangan kompetensi guru telah berhasil meningkatkan kemampuan mengajar dan interaksi guru-siswa di kelas. Salah satu contoh keberhasilan kinerja guru adalah implementasi metode pembelajaran inovatif yang mendorong kreativitas dan pemecahan masalah siswa.

Lahirnya UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dan UU RI No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen telah memberikan nuansa baru dalam dunia pendidikan di Indonesia. Selain itu, kinerja guru juga tercermin dalam kemampuan mereka dalam mendidik siswa secara holistik, tidak hanya dalam hal akademik, tetapi juga dalam pengembangan karakter dan soft skills.

Pemerintah memberikan perhatian pada kinerja guru, yang selama ini terabaikan. Kebijakan baru tentang guru memiliki landasan yang konstitusional sehingga guru berhak untuk menuntut hak dan kewajibannya sesuai tugas- tugas yang dibebankan kepadanya Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dinyatakan bahwa Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Selanjutnya dikatakan bahwa kedudukan guru sebagai tenaga profesional sebagaimana dimaksud berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Belum memadainya aspek kualitas kerja guru, disebabkan keterbatasan sumber daya guru, terutama dalam penguasaan teknologi industri, serta sarana prasarana teknologi produktif yang belum memadai dalam pelaksanaan pembelajaran yang perlu dikuasai guru di samping pengelolaan kelas adalah menggunakan media pembelajaran.

Antara alat peraga dan media tidak berbeda dari segi substansi (bendanya), namun hanya berbeda dari segi fungsinya. Bahwa alat peraga hanya sekadar alat bantu, sedangkan media merupakan bagian integral dalam proses pemebelajaran yang di dalamnya ada pembagian tanggung jawab antara guru dengan media. Sebagai fasilitator, guru hendaknya mampu mengusahakan media pembelajaran yang kiranya berguna serta dapat menunjang percapaian tujuan dan proses pembelajaran, baik media visual yang tidak diproyeksikan, terdiri dari gambar mati, ilustrasi, karikatur, poster, bagan, diagram, grafik, peta. Maupun media visual yang diproyeksikan, antara lain OHP, slide. Kemampuan berikutnya adalah penggunaan metode pembelajaran. Guru diharapkan mampu memilih dan menggunakan metode pembelajaran sesuai dengan materi yang akan disampaikan.

Berdasarkan data UNESCO dalam Global Education Monitoring (GEM) Report pada tahun 2016, mutu pendidikan di Indonesia menempati peringkat ke-10 dari 14 negara berkembang, sedangkan kualitas guru di Indonesia menempati urutan ke-14 dari 14 negara berkembang yang ada di dunia (Utami, 2019). Sementara itu pada hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) yang merupakan salah satu rujukan penilaian mutu pendidikan di dunia, peringkat kualitas pendidikan di Indonesia berada di golongan urutan terbawah, yaitu peringkat 72 dari 78 negara (Alifa, 2021). Dari uraian di atas, dapat dilihat bahwa mutu pendidikan di indonesia masih tergolong rendah, hal ini juga sejalan dengan rendahnya kualitas guru menurut survey yang telah dilakukan oleh penelitian-penelitian sebelumnya (Utami, 2019; Alifa, 2021). Oleh karena itu, dibutuhkan telah lebih lanjut atas penelitian-penelitian terdahulu untuk mengidentifikasi upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk perbaikan kualitas guru dalam menunjang peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

Guru yang mampu menjadi teladan dan pembimbing yang baik bagi siswa akan membentuk generasi yang berkualitas dan berintegritas. Namun, tantangan dalam meningkatkan kinerja guru juga masih ada, seperti kurangnya sarana dan prasarana pendukung, serta permasalahan administratif dan birokrasi yang membebani guru. Oleh karena itu, perlu adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, sekolah, dan masyarakat, untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan kinerja guru. Menurut sumber (Muh. Amir) diperoleh informasi bahwa:

“Perbedaan paling mendasar yang dirasakan setelah lulus sertifikasi guru terletak pada, pengelolaan materi pelajaran, beliau berpendapat bahwa sertifikasi guru telah memberi pemahaman tersendiri bagaimana cara mengelola kelas, memahami siswa dan tidak hanya menjadi guru semata bagi siswa tapi bisa juga dijadikan sebagai sahabat siswa, kesemuanya itu terdapat dalam komponen sertifikasi guru. Perbedaan lain yang muncul adalah peningkatan kualitas hidup, dalam hal ini adanya tambahan penghasilan diluar gaji pokok”. ***

Referensi:

Pandipa, A. K. H. (2020). Kinerja guru dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMA Negeri 1 Lore Utara. Jurnal Ilmiah Administratie, 12(1), 1-9.

Rosliani, E. (2023). Mutu Pendidikan Dengan Peningkatan Kinerja Guru. JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah, 8(2), 706-712.

Sirodjuddin, Ardan. 2014. Mengapa Pendidikan Indonesia Saat ini Tidak Mampu

Menciptakan Generasi Hebat Penerbit :Guraru

Tamam, Rosid. 2014. Tunjangan Profesi Guru Meningkatkan Mutu Pendidikan

Penerbit :Guraru

Aka, Hawari. 2012. Guru Yang Berkarakter Kuat. Jakarta: Laksana

Bafadal, Ibrahim. 2003. Peningkatan Profesionalisme Guru di Sekolah Dasar.

Jakarta: PT Bumi Aksara.

Nurdin, Syarifuddin. dkk. 2002. Guru Profesional dan Implementasi Kurikulum.

Jakarta: Ciputat Pers

Saud, Syaefudin. 2009. Pengembangan Profesi Guru. Bandung: CV Alfabet

Supardi. 2014. Kinerja Guru. Jakarta: Rajawali Pers.

Widiastono, Tonny. 2004. Pendidikan Manusia Indonesia. Jakarta: Buku Kompas.

Penulis
: Rio Heriansyah
Tag:Guru
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)