SMM PANEL INDO

Kembangkan Potensi Lokal, KKN UMRI 155 Kenalkan Program UMKM hingga Santripreneur di Desa Petani

datariau.com
122 view
Kembangkan Potensi Lokal, KKN UMRI 155 Kenalkan Program UMKM hingga Santripreneur di Desa Petani

BENGKALIS, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 155 melaksanakan sosialisasi program kerja di Aula Kantor Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal mahasiswa KKN UMRI Kelompok 155 dalam memperkenalkan berbagai program kerja sekaligus membangun koordinasi dan sinergi bersama Pemerintah Desa Petani selama pelaksanaan KKN.

Dalam sosialisasi itu, mahasiswa memaparkan sejumlah program yang berfokus pada pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), kewirausahaan, bisnis, pengolahan potensi lokal menjadi produk bernilai jual, hingga pengembangan jiwa santripreneur.

Baca juga: Semarak HUT ke-81 RI di Padang Tanggung, KKN UMRI Dorong Potensi Pacu Jalur Rajo Bujang Dikenal Luas


Ketua KKN UMRI Kelompok 155, Hafizorrahman, mengatakan sosialisasi dilakukan agar program yang telah dirancang dapat disesuaikan dengan potensi serta kebutuhan masyarakat Desa Petani.

“Kami berharap melalui program kerja yang kami laksanakan, potensi yang ada di Desa Petani maupun di lingkungan pesantren dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai tambah, terutama dalam bidang UMKM, pengolahan produk, bisnis, dan santripreneur. Kami juga berharap kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan yang bisa terus dimanfaatkan setelah masa KKN selesai,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu fokus utama Kelompok 155 adalah mendorong masyarakat dan santri agar mampu melihat berbagai potensi di lingkungan sekitar sebagai peluang usaha.

Baca juga:KKN UMRI Kelompok 62 Dorong Digitalisasi Kampung Bunsur, Bangun Workspace dan Media Sosial Resmi


Untuk mewujudkan hal tersebut, mahasiswa akan melaksanakan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan pembuatan dan pengembangan produk, branding, pemasaran, serta pengenalan dasar-dasar bisnis.

Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat maupun pelaku usaha dalam meningkatkan nilai tambah produk yang dihasilkan. Tidak hanya dari sisi produksi, mahasiswa juga memberikan perhatian terhadap bagaimana produk dapat dikemas dan dipasarkan secara lebih menarik.

Selain pemberdayaan UMKM, program santripreneur turut menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian. Melalui program ini, para santri akan diberikan wawasan mengenai kewirausahaan dan bagaimana melihat peluang usaha dari berbagai potensi yang tersedia di lingkungan sekitar.

Baca juga:Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 62 Mulai Pengabdian di Desa Bunsur, Usung Program "Bunsur Berseri Alam Lestari"


Mahasiswa KKN UMRI berharap para santri tidak hanya memiliki pengetahuan keagamaan dan akademik, tetapi juga mendapatkan bekal keterampilan kewirausahaan yang dapat dikembangkan di masa mendatang.

Melalui kegiatan santripreneur, santri didorong untuk mengembangkan kreativitas, mengenali peluang usaha, berani mencoba, serta memiliki kemampuan dasar dalam memulai dan mengembangkan bisnis.

Program kerja Kelompok 155 juga diarahkan pada pemanfaatan potensi lokal Desa Petani. Potensi tersebut diharapkan dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan berpeluang untuk dikembangkan sebagai usaha masyarakat.

Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau


Dengan pendekatan tersebut, kehadiran mahasiswa KKN diharapkan tidak sekadar menjalankan program selama masa pengabdian, tetapi juga mampu memberikan dampak yang dapat dilanjutkan masyarakat setelah mahasiswa menyelesaikan KKN.

Sosialisasi program kerja ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara mahasiswa KKN UMRI Kelompok 155 dengan Pemerintah Desa Petani, pihak pesantren, serta masyarakat.

Kolaborasi berbagai pihak dinilai penting agar setiap program yang dirancang dapat berjalan secara efektif dan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat setempat.

Mahasiswa berharap kerja sama yang terbangun selama pelaksanaan KKN dapat memberikan manfaat nyata, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan masyarakat dan santri dalam mengembangkan potensi lokal menjadi peluang ekonomi.

Dengan adanya sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, pesantren, dan masyarakat, berbagai program yang telah dirancang diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan dan menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Desa Petani.***

Penulis
: Suci Rahmadani Oktavia
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)