TANJUNG MAS, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 110 KATAMAS Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) 2026 mendorong masyarakat Desa Tanjung Mas untuk lebih kreatif dalam mengelola limbah rumah tangga.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah yang ditujukan kepada ibu-ibu Desa Tanjung Mas, Senin (24/8/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk edukasi sekaligus pemberdayaan masyarakat dalam mengubah limbah rumah tangga menjadi produk kreatif yang bermanfaat dan memiliki potensi nilai ekonomi.
Baca juga:Cegah Bullying Sejak Dini, KKN 110 UMRI Edukasi Siswa SDN 020 Tanjung Mas
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN terlebih dahulu memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pemanfaatan minyak jelantah serta dampak negatif yang dapat ditimbulkan apabila limbah tersebut dibuang secara sembarangan ke lingkungan.
Selanjutnya, mahasiswa KKN Kelompok 110 memberikan demonstrasi secara langsung mengenai tahapan pembuatan lilin aromaterapi. Proses tersebut dimulai dari penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan, pemberian aroma, pemasangan sumbu, hingga proses pencetakan dan pendinginan.
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan yang diperagakan. Tidak hanya menyaksikan demonstrasi, ibu-ibu peserta juga turut terlibat langsung dalam proses pembuatan lilin aromaterapi.
Baca juga:Mahasiswa KKN 110 UMRI 2026 Dampingi Guru SDN 020 Tanjung Mas Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Siswa
Mahasiswa KKN juga membuka sesi diskusi dan tanya jawab dengan peserta untuk mengetahui respons serta pandangan masyarakat mengenai pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan dasar produk kreatif.
Salah seorang peserta, Ibu Sri, menilai pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah cukup mudah dilakukan secara mandiri di rumah.
“Menurut saya, pembuatan lilin ini cukup mudah dan bisa dibuat sendiri di rumah. Selain itu, lilin yang dihasilkan juga memiliki nilai jual dan bisa dikembangkan menjadi produk usaha yang menghasilkan,” ujarnya.
Baca juga:Disebar ke Semua Media Sosial, Ribuan Berita KKN Mahasiswa di Data Riau Cepat Viral
Menurut mahasiswa KKN Kelompok 110, pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dapat menjadi salah satu alternatif dalam mengurangi limbah rumah tangga sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Produk tersebut juga masih dapat dikembangkan melalui berbagai inovasi, mulai dari bentuk, ukuran, pilihan aroma hingga desain kemasan. Dengan pengemasan yang menarik dan strategi pemasaran yang tepat, lilin aromaterapi berpotensi menjadi produk kerajinan yang memiliki daya jual.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada sosialisasi semata. Mahasiswa KKN Kelompok 110 UMRI berharap keterampilan yang diperoleh para peserta dapat diterapkan secara mandiri di rumah dan dikembangkan menjadi kegiatan produktif.
Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau
Selain membantu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk bernilai ekonomi juga diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas dan semangat kewirausahaan di kalangan masyarakat Desa Tanjung Mas.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 110 KATAMAS UMRI 2026 menunjukkan bahwa limbah rumah tangga tidak selalu harus berakhir sebagai sampah. Dengan kreativitas dan keterampilan, limbah seperti minyak jelantah dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus memiliki peluang untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.***