FBN Sri Meranti Salurkan 38 Kg Minyak Jelantah ke TUKR, Dorong Pengelolaan Limbah Berkelanjutan

datariau.com
123 view
FBN Sri Meranti Salurkan 38 Kg Minyak Jelantah ke TUKR, Dorong Pengelolaan Limbah Berkelanjutan

PEKANBARU, datariau.com - Kelompok FISIP Berdampak untuk Negeri (FBN) Kelurahan Sri Meranti menyalurkan sebanyak 38 kilogram minyak jelantah kepada TUKR sebagai bagian dari implementasi program Rumah Tangga Bebas Minyak Jelantah. Penyaluran tersebut merupakan hasil pengumpulan minyak jelantah dari masyarakat yang sebelumnya telah mengikuti sosialisasi dan pendampingan mengenai pengelolaan limbah rumah tangga.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara ramah lingkungan. Melalui kolaborasi dengan TUKR, minyak jelantah yang selama ini kerap dibuang sembarangan kini dapat dikelola kembali sehingga memiliki nilai manfaat dan tidak mencemari lingkungan.

Program Rumah Tangga Bebas Minyak Jelantah tidak hanya berfokus pada pengumpulan minyak bekas pakai, tetapi juga membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga secara berkelanjutan. Pendekatan edukasi dan pendampingan yang dilakukan FBN Sri Meranti diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat bahwa minyak jelantah bukan sekadar limbah, melainkan memiliki nilai ekonomi apabila disalurkan melalui jalur yang tepat.

Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi, Dorong Peluang Usaha Warga Desa Lubuk Mandian Gajah


Perwakilan Tim FBN Sri Meranti, Gaby, mengatakan penyaluran perdana sebanyak 38 kilogram minyak jelantah menjadi langkah awal dalam membangun budaya pengelolaan limbah rumah tangga yang lebih baik di lingkungan masyarakat.

"Sebanyak 38 kilogram minyak jelantah berhasil kami kumpulkan dan salurkan kepada TUKR. Angka ini bukan hanya menunjukkan partisipasi warga, tetapi juga menjadi awal dari upaya membangun kebiasaan yang berkelanjutan. Kami berharap masyarakat terus konsisten mengumpulkan minyak jelantah sehingga program Rumah Tangga Bebas Minyak Jelantah dapat tetap berjalan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang," ujarnya.

Menurut Gaby, keberhasilan pengumpulan minyak jelantah tersebut tidak terlepas dari antusiasme masyarakat yang mulai memahami dampak negatif pembuangan minyak bekas secara sembarangan terhadap lingkungan. Sosialisasi yang dilakukan sebelumnya juga memberikan pemahaman mengenai cara penyimpanan minyak jelantah sebelum disalurkan kepada pihak pengelola.

Baca juga:FISIP Berdampak UNRI Gandeng TUKR Edukasi Warga Sri Meranti Kelola Minyak Jelantah Bernilai Ekonomi


Salah seorang warga Sri Meranti, Asni, mengaku program tersebut memberikan pengetahuan baru yang sebelumnya belum diketahui masyarakat. Ia menyebut selama ini minyak jelantah biasanya langsung dibuang tanpa mengetahui dampaknya bagi lingkungan maupun potensi pemanfaatannya.

"Selama ini kami belum mengetahui bahwa minyak jelantah bisa dikumpulkan dan disalurkan untuk dikelola kembali. Setelah mengikuti program ini, saya jadi terbiasa menyimpan minyak jelantah dan tidak membuangnya sembarangan. Semoga kegiatan seperti ini tetap berlanjut karena manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat," ungkap Asni.

Program ini juga menjadi upaya untuk menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan dimulai dari lingkup rumah tangga. Dengan membiasakan pengumpulan minyak jelantah, warga diharapkan dapat mengurangi pencemaran air dan tanah yang kerap terjadi akibat pembuangan limbah minyak ke saluran drainase maupun lingkungan sekitar.

Baca juga: Mahasiswa Kukerta UNRI Edukasi Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Sungai Geniot


FBN Sri Meranti menegaskan bahwa keberlanjutan program menjadi fokus utama setelah penyaluran perdana tersebut. Melalui pendampingan yang berkelanjutan dan kerja sama dengan TUKR, masyarakat diharapkan terus aktif mengumpulkan minyak jelantah sehingga tercipta sistem pengelolaan limbah rumah tangga yang lebih teratur.

Penulis
: Rahmy Asshyfa
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)