ROHIL, datariau.com - Tim Kukerta MBKM UNRI 2024 yang diketuai oleh Raja Eriansyah dan 9 anggota lainnya Kahlil Gibran, Stevany Veronica, Rindi Nurmala Sari, Nabila Annastasya, M Riva'i Lubis, Latifa Nasroh, Indah Ramadani, Iswandi dan Rayhan Zulyandri berhasil melaksanakan pelatihan pembuatan kompos dari sampah rumah tangga di Kantor Kepenghuluan Sungai Panji-Panji.
Pelatihan ini bertujuan untuk membantu masyarakat desa dalam mengelola limbah organik dan memanfaatkan sampah rumah tangga menjadi pupuk kompos yang berguna.
Desa Sungai Panji-Panji, yang dikenal dengan area pertanian luas, menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
Sampah organik, jika tidak dikelola dengan baik, dapat menimbulkan masalah lingkungan seperti gas metana yang berkontribusi pada perubahan iklim dan potensi penyakit dari limbah yang membusuk.
Menyadari hal ini, Tim KUKERTA memfokuskan kegiatan pada pelatihan yang melibatkan ceramah, diskusi, dan demonstrasi langsung.
Pelatihan dimulai dengan pemaparan materi mengenai pembuatan kompos menggunakan brosur cetak.
Selanjutnya, peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung proses pembuatan kompos, yang meliputi pemilahan sampah organik, pencampuran dengan tanah, dan penggunaan bioaktivator seperti EM4 untuk mempercepat proses dekomposisi.
Kegiatan ini diikuti dengan antusiasme tinggi oleh masyarakat setempat, termasuk petani dan anggota GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani).
Evaluasi menunjukkan bahwa banyak peserta yang sebelumnya tidak familiar dengan teknik pembuatan kompos kini memiliki pemahaman mendalam mengenai manfaat dan langkah-langkah pengelolaannya.
"Saya sangat berterima kasih kepada tim KUKERTA yang telah memberikan pengetahuan tentang pembuatan kompos. Sekarang, kami bisa mengolah limbah organik di rumah menjadi pupuk kompos yang berguna untuk pertanian. Ini pasti akan membantu mengurangi biaya untuk pupuk kimia serta menjaga kebersihan lingkungan di desa kami," ujar seorang warga Desa Sungai Panji-Panji.
Pelatihan ini juga berperan penting dalam pemberdayaan masyarakat, memungkinkan mereka untuk mandiri dalam mengelola sampah dan memproduksi pupuk kompos sendiri.
Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak hanya dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, tetapi juga membuka peluang untuk usaha kecil dan meningkatkan ekonomi lokal.
Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis masyarakat tetapi juga mendorong perubahan positif dalam pola pikir terkait pengelolaan lingkungan dan keberlanjutan pertanian.
Ini merupakan langkah strategis dalam mendukung pertanian berkelanjutan, memberdayakan masyarakat, dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan di Desa Sungai Panji-Panji.***