Budidaya Ikan dan Sayur dalam Satu Ember, Mahasiswa UNRI Kenalkan Akuaponik di Desa Marsawa

Samsul
36 view
Budidaya Ikan dan Sayur dalam Satu Ember, Mahasiswa UNRI Kenalkan Akuaponik di Desa Marsawa
TELUK KUANTAN, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau (UNRI) di Desa Marsawa menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan Akuaponik sebagai program kerja utama yang bertema "Edukasi dan Pemanfaatan Ember Bekas melalui Sistem Akuaponik sebagai Upaya Ketahanan Pangan Rumah Tangga" di Gedung Serbaguna Desa Marsawa, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Selasa (8/7/2026).

Akuaponik merupakan sistem budidaya yang menggabungkan pemeliharaan ikan dan penanaman sayuran dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Melalui sistem ini, limbah dari ikan dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi bagi tanaman, sementara tanaman membantu menjaga kualitas air sehingga tetap layak untuk ikan. Dengan memanfaatkan wadah sederhana seperti ember bekas, akuaponik menjadi solusi budidaya yang hemat tempat, hemat air, ramah lingkungan, serta mampu menghasilkan panen ikan dan sayuran secara bersamaan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan rumah tangga.

“Penerapan program akuaponik ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan yang terbatas,” kata Rahmat.

Sekretaris Desa Marsawa menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh mahasiswa KUKERTA Universitas Riau melalui program akuaponik.

“Pemerintah Desa Marsawa sangat mendukung pelaksanaan program akuaponik ini. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi inovasi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di Desa Marsawa,” ujar Aditya Isnen Nurojab.

Sosialisasi dan pelatihan ini diselenggarakan di Gedung Serbaguna Desa Marsawa. Pada kegiatan sosialisasi, materi mengenai sistem akuaponik disampaikan oleh dua mahasiswa KKN Universitas Riau, yaitu Wulan Endayeni dan Khoiril Lathif. Keduanya menjelaskan konsep dasar akuaponik, manfaatnya dalam mendukung ketahanan pangan keluarga, serta tahapan pembuatan dan perawatan sistem akuaponik yang mudah diterapkan oleh masyarakat dengan memanfaatkan lahan yang terbatas. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik yang dipandu oleh Dwi Safitri. Pada sesi ini, peserta diajak melihat secara langsung proses pembuatan sistem akuaponik, mulai dari persiapan alat dan bahan, pemasangan media tanam, hingga penempatan ikan dan tanaman. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan serta keterlibatan aktif selama praktik berlangsung.

Dengan terlaksananya sosialisasi dan pelatihan ini, mahasiswa KKN Universitas Riau berharap masyarakat Desa Marsawa dapat memanfaatkan sistem akuaponik sebagai inovasi budidaya yang praktis, hemat lahan, dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan solusi nyata yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.***
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)