Begini Cara TK Umara Kids Pekanbaru Antisipasi Kerumunan Saat Antar Jemput Anak ke Sekolah

Admin
182 view
Begini Cara TK Umara Kids Pekanbaru Antisipasi Kerumunan Saat Antar Jemput Anak ke Sekolah
Foto: Maizatul Akmam
Taman Kanak-kanak (TK) Umara Kids Pekanbaru.

PEKANBARU, datariau.com - Sistem Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada murid Taman Kanak-kanak TK Umara Kids Pekanbaru terpantau lancar sejak bulan Juli lalu. Sekolah dilakukan secara terbatas dengan menerapkan sistem antar jemput anak sebatas gerbang sekolah untuk mengurangi kerumunan.

Guru TK Umara Kids, Tika Yolanda saat ditemui datariau.com di sekolahnya, Selasa (19/10/2021) mengatakan, bahwa pimpinan TK tidak mengizinkan orangtua murid masuk ke dalam pekarangan TK dan wajib menggunakan masker saat mengantar anak, dengan tujuan untuk mengurangi penularan covid-19. Selanjutnya anak - anak dibimbing oleh guru untuk mencuci tangan dan mengecek suhu tubuh.

"Kalau biasanya sistemnya kami langsung menyerahkan anak kepada orangtuanya, begitupun sebaliknya, jadi kayak serah terima, karena anak ini tanggung jawab kami. Dan juga orangtua yang mengantar dan menjemput anak, kami wajibkan untuk menggunakan masker. Jadi semuanya dibatasi di depan pagar sekolah," ujarnya.

Tika menjelaskan, bahwa sistem belajar mengajar anak dilakukan 2 sesi, yakni sesi pagi dan sesi siang. Sesi pagi dimulai pukul 07.30 - 09.30 WIB dan sesi siang dari pukul 10.00 - 12.00 WIB.

"Kalau kami masuknya itu per shift, jadi kami bagi 1 kelas itu 5 sampai 10 anak, nanti siang masuk lagi shift kedua, jadi dibagi per shift. Kalau pagi masuk dari jam 07.30 - 09.30 dan siang dari jam 10.00 - 12.00," tuturnya.

Ia menambahkan, bahwa orangtua anak memberi respon positif terhadap peraturan yang diterapkan dan sudah menandatangani materai yang telah dibuat.

"Respon dari orangtua yang penting anaknya sekolah, jadi mereka ikut. Karena kita sudah membuat persetujuan di atas materai, jadi mereka ikut atas peraturan yang dibuat," tandasnya.

Tika pun berharap agar durasi belajar anak kembali normal seperti biasanya. Supaya anak lebih maximal dalam belajar untuk persiapan masuk ke tingkat selanjutnya.

"Kalau bisa shift anak kembali seperti dulu lagi sebelum pandemi, jadi durasi belajar anak lebih lama. Karena target kita agar anak - anak di TK sudah bisa membaca saat masuk ke SD, jadi dengan waktu yang dibatasi membuat guru juga jadi berat dalam mengajar," tutupnya. (mai)

Baca juga: PTM di SDN 163 Pekanbaru Lancar dengan Menerapkan Prokes yang Ketat
Penulis
: Maizatul Akmam
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com