Uang Sertifikasi Dipotong, Guru di Inhu Mengeluh

datariau.com
2.262 view
Uang Sertifikasi Dipotong, Guru di Inhu Mengeluh
Foto: Internet
ILUSTRASI.

RENGAT, datariau.com - Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, pemerintah pusat, provinsi maupun daerah berikan tambahan honor untuk para pendidik atau guru yang dianggarkan melalui APBN maupun APBD. Namun sayang kabarnya honor sertifikasi guru di Kabupaten Inhu diduga dipotong.

 

"Untuk pemberkasan sertifikasi guru golongan 4 wajib bayar Rp80 ribu, untuk guru golongan 3 wajib bayar Rp60 ribu dengan alasan untuk pengurusan dan setelah uang keluar kembali wajib bayar Rp200 ribu," terang beberapa orang guru kepada datariau.com, Rabu (3/1/2018).

 

Selain pemotongan uang sertifikasi, terangnya juga dilakukan pemotongan uang SBY, bagi guru yang tidak serifikasi mendapat uang SBY dan setiap penerimaan uang SBY juga dipotong per orangnya Rp300 ribu.

 

"Pemotongan uang sertifikasi dan uang SBY menurut keterangan adalah intruksi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Inhu melalui UPT Pendidikan dan Kebudayaan di setiap kecamatan yang ada di Inhu," ulasannya.

 

Ditanya, bukannya uang sertifikasi langsung dibayar melalui rekening masing-masing, lalu bagaimana caranya pemotongan itu, diterangkan bahwa memang benar honor serifikasi itu langsung ke rekening guru masing-masing, namun begitu uang sertifikasi cair guru ini mengaku diharuskan  membayar Rp200 ribu per orang dengan alasan untuk orang dinas. 

 

Sementara itu, UPT Dinas Pendidikan Pasir Penyu, H Umar Durlis saat ditemui di ruangan kerjanya mengatakan, bahwa pemotongan uang sertifikasi sebesar Rp 200 ribu itu tidak benar, tapi kalau untuk sumbangan suka rela memang ada.

 

"Di UPT Pendidikan Pasir Penyu dapat saya pastikan tidak ada pungutan seperti informasi yang disampaikan guru kepada wartawan," terangnya.

 

"Sumbangan suka rela itu untuk kawan-kawan yang kerjakan pemberkasan, kadang kawan-kawan itu kerja sampai malam dan makan waktu hingga 1 minggu. Sekali lagi saya tegaskan kalau untuk pungutan sampai ratusan ribu tidak ada," pungkasnya.

Penulis
: Heri
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)