SMK Farmasi Ikasari Pekanbaru Sosialisasikan Prodi Unggulan Kimia Industri

datariau.com
6.050 view
SMK Farmasi Ikasari Pekanbaru Sosialisasikan Prodi Unggulan Kimia Industri
Junaidi.
Kepala SMK Farmasi Ikasari, Syahrullah Jadid MPd.

PEKANBARU, datariau.com - Jurusan Kimia Industri (KI) adalah program studi(prodi) unggulan di SMK Farmasi Ikasari Pekanbaru.

"Namun, peminatnya lebih banyak kepada jurusan Farmasi dan Analis Kesehatan. Padahal sebenarnya prodi unggulan itu adalah Kimia Industri," kata Kepala SMK Farmasi Ikasari, Syahrullah Jadid MPd, ketika dikonfirmasi datariau.com di sekolahnya, Kamis (9/6/2016).

Menurut Syahrul, Prodi Kimia Industri ini belum tersosialisasi dengan baik kepada masyarakat. Sedangkan Farmasi sudah dikenal dan sudah tersosialisasi dengan baik.

Dikatakan, keunggulan prodi Kimia Industri yakni mempunyai labor lengkap, gurunya memang berkompeten di bidang industri. Tamatan jurusan KI banyak diterima dipergurian tinggi.

"Dua tahun terakhir ini, nilai UN tertinggi diraih oleh siswa jurusan KI. Khusus tahun ini jurusan KI meraih juara 3 LKS SMK tingkat nasional di Malang. Bahkan tamatan jurusan KI mempunyai peluang kerja yang sangat besar di bidang industri," terang Syahrul.

Kedepan, lanjut Syahrul, pihaknya akan lebih menggencarkan promosi dan sosialisasi kepada masyarakat. Sehingga nantinya masyarakat akan lebih mengetahui dan memahami bahwa prodi Kimia Industri sangatlah unggul dan dibutuhkan oleh dunia industri.

Menanggapi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Syahrul mengatakan, untuk tahun pelajaran 2016/2017 SMK Farmasi Ikasari akan menerima 240 siswa. Ada tiga prodi yakni Farmasi, Analis Kesehatan dan Kimia Industri.

"Setakat ini yang sudah mendaftar 200 jurusan Farmasi, 40 jurusan Analis Kesehatan dan 10 orang jurusan Kimia Industri," jelasnya.

Lebih jauh lagi dijelaskan bahwa saat ini sudah ada 6 kelas Farmasi, berarti ada 240 siswa. "Minimal sudah memenuhi syarat pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi P1 (LSPP1) Dengan demikian Ujian Kompetensi (UK) sudah bisa dilaksanakan ujian sendiri, tidak lagi dengan Dudi. Kemudian akan  dikoordinasikan oleh Asosiasi Pendidikan Farmasi Menengah Indonesia (APFMI) ke Badan Nasiomal Sertifikasi Profesi (BNSP)," jelas Syahrul.

"Saya yakin target penerimaan siswa baru nantinya akan tercapai," harapnya optimis.

Penulis
: Junaidi.
Editor
: Riki
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)