Mahasiswa Farmasi UMRI Tingkatkan Kemampuan Menulis Akademik Pelajar SMA An Namiroh Pekanbaru sebagai Upaya Membangun Literasi Anti-Radikalisme

datariau.com
717 view
Mahasiswa Farmasi UMRI Tingkatkan Kemampuan Menulis Akademik Pelajar SMA An Namiroh Pekanbaru sebagai Upaya Membangun Literasi Anti-Radikalisme

PEKANBARU, datariau.com - Tim mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Riau yang terdiri dari Agnes Rikezia Pratiwi Pane, Ananda Wulandari, Azzahra Najwa Ansuri, Fanisa Rahmadani, Lindy Madame Harahap, Martya Resti Filanda, dan Neta Cahyu Agustin di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Ripi Hamdani SPd MPd, melaksanakan sosialisasi dan pelatihan penulisan akademik dengan judul "Pengembangan Kemampuan Menulis Akademik (Teks Ulasan, Proposal, Laporan Penelitian, dan Artikel Ilmiah) untuk Membangun Literasi Anti-Radikalisme pada Siswa SMA" di SMA An Namiroh Pekanbaru, Rabu (10/12/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi literasi akademik sekaligus membangun kesadaran kritis siswa terhadap isu radikalisme, yang pada saat ini menjadi salah satu tantangan serius bagi generasi muda dalam lingkungan global yang kompleks. Radikalisme bukan hanya sekadar ancaman terhadap keamanan, tetapi juga merupakan tantangan terhadap pemikiran kritis, toleransi, dan kohesi sosial. Oleh karena itu, kemampuan menganalisis, meneliti, dan menuangkan gagasan secara sistematis dan ilmiah sangat penting untuk dikembangkan sejak dini.


Melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini, siswa diperkenalkan pada struktur dan kaidah penulisan berbagai bentuk karya tulis akademik, seperti teks ulasan, proposal kegiatan, laporan penelitian sederhana, dan artikel ilmiah populer. Materi tersebut diintegrasikan dengan tema-tema literasi anti-radikalisme, seperti nilai-nilai perdamaian, keadilan, kebhinekaan, serta cara mengidentifikasi dan menanggapi narasi radikal dengan nalar yang sehat dan berbasis data. Edukasi ini diharapkan dapat membentuk pemahaman yang mendalam sekaligus melatih siswa untuk menyampaikan pemikiran kritis mereka secara tertib, logis, dan bertanggung jawab.

Mahasiswa berharap kegiatan ini dapat meningkatkan keterampilan menulis akademik serta kepedulian generasi muda dalam memahami dinamika sosial, melindungi diri dari paham ekstrem, dan berkontribusi menciptakan lingkungan sekolah yang kritis, inklusif, dan damai. Dengan demikian, melalui penguatan literasi akademik yang berperspektif anti-radikalisme, sekolah dapat semakin memperkuat perannya dalam membangun budaya literasi yang sehat, menjunjung tinggi nilai-nilai keilmuan, kemanusiaan, dan kebangsaan.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)