Mahasiswa Kukerta UNRI di Desa Kuok Ciptakan Jamu "Podeh Manih" Untuk Menjaga Imun di Tengah Pandemi Covid-19

Admin
181 view
Mahasiswa Kukerta UNRI di Desa Kuok Ciptakan Jamu "Podeh Manih" Untuk Menjaga Imun di Tengah Pandemi Covid-19
DATARIAU.COM - Tim Pengabdian Masyarakat Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Balek Kampung Desa Kuok 2020 Universitas Riau, membuat produk olahan minuman tradisional Jamu Mani Podeh, Jum'at (7/8/2020).

Jamu ini dibuat dengan menggunakan rempah-rempah yang sangat mudah ditemukan, istilah lainnya biasa kita sebut empon-empon.

Bahan dasar pembuatan jamu ini terdiri dari gula aren, jahe, serai, merica, dan bubuk kopi.

Jamu ini sangat mudah untuk dibuat di rumah dan dikonsumsi oleh keluarga guna meningkatkan stamina dan imunitas tubuh.

Nama Mani Podeh terbentuk karena rasa dari jamu ini sendiri yang memiliki rasa manis dan pedas. Mani dalam bahasa Ocu (Kampar) berarti manis dan podeh berarti pedas.

Jamu Mani Podeh memiliki aroma rempah yang sangat khas, rasa dan aroma yang ia miliki dapat membuat tenggorokan terasa lega dan badan terasa lebih hangat setelah mengonsumsinya.

Selama masa pandemi Covid-19, meningkatkan daya tahan tubuh adalah hal yang sangat penting.

Perlu kita ketahui, virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh dan antibodylah yang mampu melawan virus ataupun toksin yang masuk kedalam tubuh tersebut.

Sehingga saat imunitas sudah sangat minim maka penyakit sangat mudah menghinggapi tubuh seperti demam, batuk kering, sesak nafas, dan bahayanya dapat memperparah penyakit bawaan yang memang sudah ada di dalam tubuh inangnya.

Untuk itu, Tim Kukerta Balek Kampung Desa Kuok mengajak masyarakat di Desa Kuok agar bisa membuat jamu sendiri di rumah untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Tim Kukerta Balek Kampung Desa Kuok mengupayakan pelestarian jamu ini dengan membuat video tutorial pembuatan Jamu Mani Podeh di channel youtube “KKN DESA KUOK 2020”.

Jamu yang dibuat kemudian dikemas ke dalam botol berukuran 55 ml untuk dibagikan sebagai tester dari Jamu Mani Podeh.

Tim Kukerta Balek Kampung Desa Kuok juga telah menulis buku panduan cara membuat jamu mani pode khas kuok yang akan segera didaftarkan ISBN.

Buku panduan ini nantinya akan dicetak dan diberikan ke Pengurus PKK Desa Kuok untuk dibagikan.

Dalam buku panduan tersebut, akan disampaikan betapa pentingnya meningkatkan imunitas tubuh selama masa pamdemi Covid-19 serta apa saja alat, bahan dan proses pembuatan Jamu Mani Podeh ini.


"Olahan jamu ini kami dapat dri nenek buyut kami yang sudah sejak lama ia buat untuk dikonsumsi sebagai peningkat daya tahan tubuh," ujar Buk Nurkamila Ningsih salah satu warga desa kuok yang memberikan resep jamu mani podeh kepada tim Kukerta Balek Kampung Desa Kuok 2020.

Kegiatan pembuatan jamu mani podeh dari Tim Kukerta Balek Kampung Desa Kuok 2020 ini dikoordinir langsung oleh Aldi Fermana selaku Ketua Koordinator dari jurusan Teknologi Hasil Perikanan, dan Anggota Tim Kukerta Balek Kampung Desa Kuok 2020 yang terlibat yakni Ahmad Suni dari jurusan Teknologi Hasil Perikanan, Etika Putri dari Pendidikan Matematika, Hafizhah Fasaenjori dari Pendidikan Matematika, Mardiah Ulfa dari Agrobisnis Perikanan, Muhammad Azwan dari Pendidikan Penjaskesrek, Shazlin Erina dari jurusan Pariwisata, Siti Khairiyah dari Pendidikan Sejarah, Sutra Kasih dari jurusan Pendidikan Matematika, dan Yoga Chairullah dari jurusan Pariwisata. (rls)
Penulis
: Admin
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com