Mahasiswa KKN UR Kembangkan Inovasi Penjernih Air Sederhana di Bengkalis

datariau.com
1.137 view
Mahasiswa KKN UR Kembangkan Inovasi Penjernih Air Sederhana di Bengkalis
BENGKALIS, datariau.com - Tim Pengabdian Kuliah Kerja Nyata Universitas Riau, kembangkan inovasi teknologi tepat guna dalam pengolahan air bersih di Desa Tanjung Leban, Bengkalis, Sabtu (4/8/2019).

Mahasiswa Universitas Riau merangkai alat teknologi tepat guna yaitu penjernih air sederhana. Dosen Pendamping Lapangan Dr Said Zul Amraini ST MT mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa Kukerta di Desa Tanjung Leban yang telah memberikan solusi terhadap problematika masyarakat dengan menciptakan alat penjernih air.

"Terimakasih banyak atas upaya yang telah dilakukan oleh mahasiswa Kukerta UNRI di Desa Tanjung Leban yang telah menciptakan alat pernjernihan air karena telah membantu masyarakat desa untuk mendapatkan air bersih, semoga ini menjadi amal ibadah dalam wujud nyata pengamalan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membantu masyarakat," jelas Dosen Teknik Kimia UR tersebut.

Lena Artika dan Poniran, pemateri dalam sosialisasi air bersih mengungkapkan, teknologi tepat guna alat penjernih air diperlukan bagi masyarakat di Desa Tanjung Leban, karena bisa mengurangi kandungan senyawa organik dan berbahaya jika dikonsumsi tubuh yang terdapat di dalam air gambut.

"Kami menggunakan bahan-bahan alam yang mudah dijumpai seperti kerikil, pasir, arang. Pasir berguna untuk menyaring padatan halus, kerikil untuk menyaring padatan yang besar. Sedangkan untuk menghilangkan warna cokelat pada air gambut dapat dihilangkan dengan proses adsorpsi oleh arang," terangnya.

Sementara itu, Angga Fatahilla yang merupakan mahasiswa Teknik Sipil Universitas Riau mengungkapkan, perlu kajian lebih lanjut untuk membuat teknologi tepat guna tersebut dalam skala besar.

"Kesulitan yang kami hadapi adalah air yang dihasilkan belum dalam jumlah besar. Kondisi ini disebabkan karena alat ini masih berupa prototipe," terangnya.

Koordinator Desa, Rizan Hasbullah menerangkan, bahwa sosialisasi ini merupakan program kerja dari tim pengabdian masyarakat Universitas Riau selama 50 hari di Desa Tanjung Leban.

"Semoga sosialisasi air bersih dan sanitasi ini bisa bermanfaat, karena air merupakan kebutuhan pokok sehari-sehari yang tidak dapat dipisahkan bagi kebutuhan umat manusia," tutupnya. (rls)
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)