"Ini sudah tugas kami memberikan rasa aman kepada masyarakat," sebut Komandan itu menjawab
datariau.com, Rabu (4/12/2018).
Menurut Kasubdit kegiatan kunjungan ke museum merupakan hal baik apalagi dilakukan mahasiswa. "Mahasiswa sebagai generasi penerus harus memahami sejarah," paparnya.
Dr H Saproni M Ed Ketua Program Studi PBA FAI UIR mengatakan, PBA sebagai prodi baru terus melakukan berbagai kegiatan dalam rangka mewujudkan percepatan peningkatan mutu pendidikan khususnya di prodi termuda di Fakultas Agama Islam itu.
"Sangat bagus, ini merupakan sarana pembelajaran mengenalkan mahasiswa pada sejarah budaya bangsa," sebut doktor lulusan luar negeri itu.
Melalui kunjungan budaya sebut Saproni, mahasiswa diberi kesempatan memahami situs sejarah yang ada di museum. Sehingga mahasiswa memiliki pola pikir terstruktur dengan memahami kehidupan masa lampau.
"Ini tentu membantu mahasiswa dalam mempelajari kehidupan manusia di masa lalu bahwa manusia sebagai makhluk Tuhan yang memiliki peradaban dan kebudayaan ini perlu ditiru," papar tokoh agama itu.
PBA akan terus melakukan kegiatan dengan target menjadikan Prodi PBA sebagai prodi berwawasan Islami serta mampu diteladani di khalayak ramai.
"Tentunya kita selalu berusaha melakukan yang terbaik khususnya untuk meningkatkan sumber daya di Prodi PBA," jelas Dosen Agama Islam itu.
Muhammad Ridwan mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab sangat bangga bisa melakukan penelitian di museum bersejarah milik Provinsi Riau.
"Saya sangat senang bisa berkunjung ke museum karena ini adalah pertama kali saya ke Sang Nila Utama ini," ungkap mahasiswa asal Benteng Kabupaten Indragiri Hilir itu.
Ridwan mengaku bangga bisa melihat langsung museum bersejarah dengan berbagai benda-benda sejarah di dalamnya.
"Saya merasa ilmu dan wawasan saya bertambah saya berharap kegiatan ini tidak hanya sekali ini tapi dilakukan terus menerus," tutup mahasiswa semester I itu. (abd)