Hindari 7 Dosa Besar Ini yang Membinasakan dan Pelakunya Kekal di Neraka

datariau.com
3.866 view
Hindari 7 Dosa Besar Ini yang Membinasakan dan Pelakunya Kekal di Neraka
Ilustrasi

DATARIAU.COM - Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jauhilah tuhjuh dosa yang membinasakan". Para Sahabat bertanya, "Apa itu wahau Rasulullah?".

Beliau menjawab, "Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang Allah haramkan (untuk membunuhnya) kecuali dengan satu (alasan) yang benar, memakan riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri dari berperang dan menuduh zina wanita yang menjaga diri dan tidak bersalah."

Penjelasan singkatnya:

1. Syirik (Menyekutukan Allah). Allah azza wajalla berfirman: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia memgampuni segala dosa selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendak-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." (QS. An-Nisaa': 48)

2. Sihir dan Perdukunan serta hal-hal yang ghaib adalah kewenangan Allah Ta'ala dan Allah ta'ala hanya memperlihatkan kepada para rasul yang diridhoiNya. Allah ta'ala berfirman: "(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhoiNya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan belakangnya." (QS. Al-Jin: 26-27).

3. Membunuh. Hak untuk hidup adalah hak utama seorang manusia yang hanya bisa dicabut oleh Allah azza wajalla. Membunuh satu orang ibarat membunuh seluruh manusia, hal ini dijelaskan dalam surat Al-Maidah, ayat 32. Dalam surat An-Nisaa, Allah taa'la juga berfirman: "Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya adalah neraka jahanam; dia kekal di dalamnya. Allah murka terhadapnya, melaknatnya dan menyediakan adzab yang besar baginya."

4. Riba. Merupakan suatu dosa besar yang paling banyak diingatkan Allah taa'la dan Rasulullah shallallahi alaihi wasallam. Bahaya riba tidak hanya untuk pelaku dan keluarganya tapi bisa merobohkan suatu bangsa. Allah taa'la melaknat semua pelakunya, baik pihak penerima, pemberi, tukang catat dan semua yang berperan dalam transaksi riba tersebut. Rasulullah shallallahi alaihi wasallam bersabda, "Riba mempunyai 72 pintu. Yang paling ringan (dosanya) adalah seperti seorang yang yang berzina dengan ibunya sendiri. Dan yang paling besar (dosanya) adalah seperti orang yang menghina kehormatan saudara seimannya."

Bencinya Allah taa'la dengan pelaku riba juga terlihat jelas dalam Surat Al-Baqarah, ayat 278-279. "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) Allah dan Rasul-Nya akan MEMERANGImu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menzhalimi dan tidak (pula) dizhalimi." (QS. Al-Baqarah: 278-279).

Begitu bencinya Allah taa'la sehingga menjadikan pelaku riba sebagai musuh yang akan diperangiNya bersama Rasul-Nya. Namun Allah azza wajalla juga berjanji akan mengembalikan harta para pelaku riba yang bertaubat. Karena sesungguhnya Allah taa'la adalah pemberi rezeki dari berbagai pintu. Dan bagi orang-orang mukmin yang sudah mengetahui dan sampai kepadanya tentang riba tapi tidak juga meninggalkan, maka Allah taa'la akan memberikan azab di dunia dan kekal di neraka nantinya.
Allah taa'la berfirman: "Dan barangsiapa yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni Neraka; mereka kekal di dalamnya." (QS. Al-Baqarah: 276)

5. Memakan Harta Anak Yatim. Hal ini sangat berkaitan dengan harta orang yang baru meninggal dunia, yang dimana harus dibagikan cepat sesuai yang diatur dalam Islam. Kecuali bagi anak-anak yatim yang masih dalam pengasuhan, maka hartanya dipelihara sampai dia dewasa nanti.

Nikmat harta merupakan sesuatu yang sangat menggoda, banyak manusia terjerembab ke dalam neraka karena harta, baik dari cara mendapatkan maupun dari cara penggunaan. Namun Allah taa'la memperingatkan tentang harta-harta anak yatim (warisan orang tuanya baru meninggal dunia). Bagaimana supaya harta warisan bisa dibagi secepatnya agar tidak lagi ada ketamakan-ketamakan yang dilakukan secara sadar maupun tidak sadar.
Allah taa'la berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zhalim, sebenarnya mereka hanya makan api dalam perut mereka. Kelak mereka akan masuk ke dalam api Neraka yang menyala-nyala." (QS. An-Nisaa': 10)

6. Melarikan Diri Saat Berperang. Lari dari medan perang saat kaum mukminin berperang melawan kaum kafir merupakan sebuah dosa besar yang mendapat ancaman berat dari Allah azza wa Jalla. Dalam firmanNya: "Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). Barangsiapa yang membelakangi meraka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan Allah, tempatnya ialah neraka jahanam. Dan amat buruklah tempat kembalinya." (QS. Al-Anfal: 15-16)

7. Menuduh Zina Wanita Mukminah Yang Menjaga Diri dan Tidak Bersalah

Pada zaman sekarang ini, dimana pergaulan bebas terjadi dimana-mana dan kemaksiatan termasuk zina juga bukan lagi sesuatu aib yang memalukan, diumbarnya aurat wanita, para wanita bekerja satu kantor dengan para pria, dll.

Maka fitnah-fitnah pun sudah tidak bisa dihindari, syak wasangka pasti akan memenuhi pikiran dan hati. Dan untuk para wanita yang bisa menjaga diri dengan baik, maka Allah taa'la melarang untuk dituduh melakukan zina.

Allah taa'la berfirman: "Dan orang-orang yang menuduh (berbuat zina)kepada wanita-wanita yang baik-baik dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itu orang-orang yang fasik. Kecuali orang-orang yang bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nur/24: 4-5).

Allah azza wa Jalla meninggikan derajat para wanita yang mampu menjaga diri dan selalu berlindung kepada Allah Azza wa Jalla dalam setiap perbuatannya. Karena sesungguhnya bagi para wanita sangat dimudahkan untuk masuk sorga, dimana Rasulullah Shallallahi alaihi wasallam bersabda: "Jika seorang wanita selalu menjaga sholat lima waktu (sholat fardu), juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepada wanita tersebut, "Masuklah ke sorga melalui pintu manapun yang engkau suka." (HR. Ahmad; shahih). Namun Rasulullah shallallahi alaihi wasallam juga mengatakan bahwa kebanyakan dari penghuni neraka adalah wanita. (*)

Disadur dari Kajian Ust. Abu Yahya Badrusalam dan Ust. Khalid Basalamah.

*Semoga bermanfaat dan Allah azza wa jalla memberikan kekuatan kepada kita untuk menjauhi dosa-dosa tersebut.

Editor
: Agusri
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)