Dana Sertifikasi Guru Diduga Disunat, Tim Saber Pungli Inhu Diminta Segera Usut

datariau.com
1.407 view
Dana Sertifikasi Guru Diduga Disunat, Tim Saber Pungli Inhu Diminta Segera Usut

RENGAT, datariau.com - Masyarakat terutama para guru berharap Tim Saber Pungli Inhu segera melakukan pengungkapan terhadap dugaan potongan terhadap dana sertifikasi para guru di Inhu. Sebab, aksi pemotongan maupun pungutan liar uang sertifikasi guru oleh oknum ini dikatakan guru, sudah berlangsung 2 tahun.

"Kurang lebih 2 tahun lamanya Pungli Sertifikasi guru berlangsung belum ada tindakan dari tim Saber Pungli Inhu. Padahal kita sanga berharap Tim Satgas Saber Pungli menunjukkan kinerjanya, menangkap aksi pungutan liar, selama ini belum ada kita dengan Tim Saber Pungli menangkap pelaku pungli, padahal banyak pungli di daerah kita ini," kata seorang masyarakat Inhu yang mengaku bernama Ijun kepada datariau.com, kemarin.

Diterangkan Ijun, dugaan Pungli Sertifikasi terjadi pada awal pemberkasan, guru Sertifikasi wajib membayar Rp80 ribu untuk awal pemberkasan, setelah dana atau uang Sertifikasi cair ke rekening masing-masing guru, kembali guru diwajibkan membayar Rp225 ribu.

"Pungli ini diduga dikoordinir oleh oknum kepala sekolah, UPT dan Dinas melalui operator sekolah dengan alasan untuk biaya adminitrasi dan lembur operator sekolah yang membuat laporan, dan hal ini terjadi hampir di seluruh sekolah SD dan SMP Negeri yang ada di Kabupaten Inhu," terangnya.

"Menurut saya, tidak lah sulit Satgas Saber Pungli untuk mencari bukti Pungli Sertifikasi ini. Tapi sayang Satgas Saber Pungli kita belum menunjukkan reaksi apa-apa, padahal keluhan guru ini sudah heboh di media massa," tuturnya.

Terkait hal ini, Satgas Saber Pungli Inhu yang terdari Kepolisian, Kejaksaan, TNI dan Inspektorat belum ada yang dapat dikonfirmasi. Dicoba konfirmasi ke Inspektur Inspektorat Inhu, Boyke Sitinjak ke selulernya sedang tidak aktif.

Penulis
: Heri
Editor
: Angga
Sumber
: Datariau.com
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)