432 Murid Baru SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta Ikuti MPLS: Deklarasi Anti-Bullying hingga Penyaluran Beasiswa Rp313 Juta

datariau.com
74 view
432 Murid Baru SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta Ikuti MPLS: Deklarasi Anti-Bullying hingga Penyaluran Beasiswa Rp313 Juta

YOGYAKARTA, datariau.com - SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (SMA Muhi) mengawali Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menggelar rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Forum Ta'aruf dan Orientasi (Fortasi), serta Pembekalan Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (ISMUBA) yang berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026.

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal bagi 432 murid baru kelas X untuk mengenal lingkungan sekolah, budaya belajar, sekaligus memperkuat karakter Islami yang menjadi ciri khas pendidikan Muhammadiyah.

Pembukaan kegiatan ditandai dengan apel di lapangan sekolah yang dipimpin Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Drs. H. Herynugroho, M.Pd. Dalam amanatnya, ia mengajak seluruh warga sekolah memulai tahun ajaran baru dengan semangat dan optimisme untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.

Baca juga:Murid SMA Muhi Raih Prestasi Tingkat Internasional di Australia


Herynugroho menyampaikan selamat datang kepada seluruh murid baru yang telah resmi menjadi bagian keluarga besar SMA Muhi. Menurutnya, keberhasilan mereka diterima di sekolah tersebut merupakan pencapaian istimewa karena harus melewati proses seleksi yang sangat kompetitif.

"Dari sekitar 1.300 pendaftar, hanya 432 murid yang diterima. Ini menunjukkan bahwa kalian adalah siswa-siswa terpilih yang harus memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan seorang pelajar tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga akhlak mulia, adab yang baik, serta ilmu yang memberikan manfaat bagi orang lain.

Baca juga:Kolaborasi Global SMA Muhi dan Sekolah Malaysia Wujudkan Pembelajaran Antarbudaya


"Ilmu, adab, dan akhlak harus berjalan beriringan agar lahir generasi yang unggul, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat," katanya.

Sebagai bagian dari pembentukan budaya sekolah yang sehat, seluruh murid baru juga mengikuti deklarasi bersama untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari berbagai perilaku negatif.

Dalam deklarasi tersebut, para siswa menyatakan komitmen menolak segala bentuk perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, serta perilaku seks bebas. Deklarasi itu menjadi penegasan bahwa SMA Muhi tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan budaya saling menghormati.

Baca juga:SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta Sabet 35 Medali tingkat DIY dan Siap Melaju ke Olympicad Nasional 2026


Sekolah berharap komitmen tersebut mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sehingga seluruh peserta didik dapat berkembang secara optimal tanpa rasa takut maupun tekanan sosial.

Pada kesempatan itu, Herynugroho juga memperkenalkan Program Sekolah Unggul Garuda yang tengah dikembangkan di SMA Muhi.

Program strategis dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut bertujuan meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan pembelajaran, riset, sains, teknologi, kepemimpinan, hingga kemampuan bahasa asing agar lulusan memiliki daya saing global.

Baca juga:Kepsek dan Guru SMA MUHI Raih Penghargaan Bergengsi di Seminar Literasi Kota Yogyakarta


Menurutnya, keberadaan Program Sekolah Unggul Garuda menghadirkan berbagai fasilitas, pendampingan, jejaring, serta peluang pengembangan kompetensi bagi guru maupun peserta didik.

"Program ini merupakan kesempatan yang sangat berharga. Manfaatkan sebaik-baiknya agar kalian mampu berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional," pesannya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Edo Lestari, M.Pd., menyampaikan bahwa SMA Muhi terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung siswa berprestasi melalui program beasiswa.

Baca juga:Pelajar SMA Muhi Yogya Raih Tiga Medali Internasional di Manila Filipina


Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah menyalurkan beasiswa senilai Rp313.281.250 kepada 19 murid baru yang berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Menurut Edo, pemberian beasiswa tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar para penerima terus mengembangkan potensi selama menempuh pendidikan di SMA Muhi.

Selain bantuan biaya pendidikan, sekolah juga memberikan pembinaan intensif, pendampingan, fasilitas latihan, hingga kesempatan mengikuti berbagai kompetisi akademik maupun nonakademik.

Baca juga:Mengukir Prestasi Qur’ani, 20 Murid SMA Muhi Yogyakarta Diwisuda Tahfizh


"Komitmen ini menjadi bagian dari upaya sekolah membangun ekosistem pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul, berprestasi, dan memiliki daya saing tinggi," ujarnya.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)