SELATPANJANG, datariau.com - Wabup Kepulauan Meranti Drs Said Hasyim sangat menyayangkan satu unit mobil derek (crane) milik PT Trakindo terbenam di persimpangan Jalan Diponegoro, Selatpanjang, Kepulauan Meranti. Akibatnya, alat bermuatan lebih kurang 40 ton itu hingga menyebabkan jalan rusak parah.
Dia sengaja ke lokasi untuk memastikan alat berat bertonase besar tersebut mengapa bisa terbenam ke jalan. Sehingga ia memanggil dan melakukan pertemuan bersama pihak kontraktor.
Menurutnya, jalan tersebut sebenarnya jangan terlalu dipaksakan untuk dilewati kendaraan bertonase besar. Sebab, kondisi jalan yang belum lama di-hotmix itu kontruksi tanahnya lembut seperti tanah gambut.
"Apalagi sekarang musim penghujan, jadi tanah itu berpotensi diresapi air. Otomatis ban mobil itu pasti akan tenggelam," ungkapnya, Jum'at (10/11/2017).
Dengan kejadian ini, ia berharap pihak kontraktor mencari solusi agar alat berat tersebut kembali terangkat. Sementara jalan yang rusak parah, ia meminta pihak terkait bertanggungjawab dan bisa memperbaikinya.
"Apapun itu, Ini adalah musibah. Kita minta mereka mencari solusi dan menyelesaikan masalah serta bertanggungjawab atas kerusakan jalan tersebut. Yang terpenting jalan ini bisa secepatnya bisa digunakan kembali," kata dia.
Alat berat tersebut akan berjalan menuju pelabuhan Dorak dengan rute dari Jalan Gelora melewati jalan Diponegoro dan jalan Banglas. Rencananya untuk mengangkat mesin yang akan tiba besok harinya.
"Alat ini mau di-standby-kan di pelabuhan Dorak untuk mengangkat mesin yang baru datang. Sehingga besok tiba mesinnya tinggal diangkat dari kapal dipindah ke mobil truk besar," ujar penanggung jawab, Musrika, dari pihak PT Trakindo di hadapan Wabup Said Hasyim.
Ia mengakui, bergeraknya crane dengan melewati rute di Jalan Diponegoro telah mendapatkan izin dari Dinas Perhubungan. Mereka menyatakan bahwa jalan ini mampu dilewati alat bertonase besar tersebut.
"Kami telah minta izin ke Dinas Perhubungan, mereka bilang bisa dilewati. Sehingga kami meminta pengawalan dari Satlantas Polres Meranti," akunya.
Selain itu, kata dia, pihaknya bersedia bertanggungjawab atas kerusakan parah pada jalan akibat dilalui crane milik perusahaannya.
"Kami akan menggantikan kerugian dan memperbaiki kerusakan jalan tersebut. Setelah alat berat ini bisa terangkat," katanya.
Di tempat yang sama, anggota DPRD Kepulauan Meranti, Dedi Putra juga ikut menyaksikan kejadian itu. Ia menyayangkan pihak Dinas Perhubungan tidak terlebih dahulu mengecek beban jalan yang akan dilalui alat berat itu.
"Memang pihak kontraktor telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan mendapat izin. Tapi dengan pemberian izin itu, Dinas Perhubungan tidak tahu berapa beban jalan untuk dilewati alat berat ini," ujarnya.
"Pekerjaan jalan memang dari Dinas PU, tapi kan mereka (Dinas Perhubungan, red) yang memberi izin, jadi mereka juga harus tahu berapa beban jalan ini," tegas dia. Ia berencana akan memanggil pihak Dinas Perhubungan atas persoalan ini.
Politisi Partai PPP itu juga menerima pernyataan pihak kontraktor bersedia bertanggungjawab akibat dari kerusakan jalan. Karena anggaran untuk memperbaiki jalan tersebut, tidak ada lagi di APBD Kepulauan Meranti.
"Untuk memperbaiki jalan ini tidak ada lagi anggarannya di APBD. Jadi kita minta ini diselesaikan oleh pihak kontraktor," sebutnya.