Sejak Presiden Saber Pungli, Kaur Desa Memilih Buka Usaha Sampingan

datariau.com
1.450 view
Sejak Presiden Saber Pungli, Kaur Desa Memilih Buka Usaha Sampingan
Illustrasi

PEKANBARU, datariau.com - Dampak dari program Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) kini mulai berdampak. Pegawai yang selama ini mendapat uang sampingan dari jasa pelayanan, kini meski buka usaha sampingan.

Seperti di salah satu desa yang didatangi tim datariau.com pada Rabu (26/10/2016) pagi di Kampar, terlihat hanya beberapa Kaur (kepala urusan) yang datang. Biasanya kantor desa ini para Kaur-nya rajin hadir untuk melayani masyarakat yang ingin berurusan surat menyurat dan sebagainya.

Menurut salah seorang Kaur yang minta namanya tidak ditulis mengatakan, sejak aksi sapu bersih pungli dicanangkan presiden Jokowi, mereka takut untuk meminta imbalan dari pelayanan yang mereka berikan. Dalam memberikan pelayanan mereka juga minta supaya yang bersangkutan yang mengurusnya hingga ke tingkat atas/kecamatan. Selama ini memang pihak desa yang menguruskan ke kecamatan, namun masyarakat dimintai uang minyak.

Maka sejak ditiadakannya adanya "uang jasa", beberapa staf hanya masuk kantor sebentar saja, setelah itu pergi keluar entah kemana. Dikatakannya, sebagai Kaur desa, mereka cuma honorer yang digaji hanya Rp1 juta sebulan, yang dibayarkan sekali tiga bulan. Maka untuk uang tambahan/sampingan, selama ini mereka menggunakan uang jasa dari masyarakat yang mengurus administrasi dan semacamnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun dengan gencarnya sapu bersih sekarang ini, mereka terpaksa mencari penghasilan tambahan, bahkan pegawai desa dikabarkan juga ada yang bertani. Begitu juga dengan waktu pelayanan, yang biasanya dimulai pukul 08.00 wib sampai pukul 16.00 wib, kini terpaksa tengah hari mereka sudah pulang, dan memulai kegiatan diluar.

"Bagaimana kami mau bertahan di kantor, gaji kami Rp 1 juta sebulan dan dibayar sekali tiga bulan. Sementara kebutuhan kita banyak, anak sekolah tiga orang, Pak. Terpaksa kami cari kerja lain diluar lagi," ujarnya.

Dikatakannya, bahwa Kaur bukan pegawai negeri sipil, dan merupakan pemerintahan terendah, dengan gaji juga yang terendah. "Kami berharap presiden Jokowi memperhatikan nasib kami, karena kami aparat pemerintahan terendah. Tolong perhatikan kesejahteraan kami Pak Presiden," harapnya.

Penulis
: Nova Rinaldo
Editor
: Riki
Tag:Pungli
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)