Kepala Dusun Bantah Semenisasi Jalan Famili Untuk Kepentingan Pribadi

datariau.com
1.808 view
Kepala Dusun Bantah Semenisasi Jalan Famili Untuk Kepentingan Pribadi

LENGGADAI HILIR, datariau.com - Kepala Dusun Penyaguan, Nukman yang juga selaku PPTK proyek semenisasi membantah tentang pemberitaan Semenisasi Jalan Famili I, Dusun Penyaguan, Kepenghuluan Lenggadai Hilir, Kecamatan Rimba Melintang, Rokan Hilir untuk kepentingan pribadi. Menurut dia, apa yang disampaikan oleh masyarakat Lenggadai Hilir tidaklah benar.

"Memang betul tahun ini dibangun Jalan Famili dekat rumah saya. Tapi itu berdasarkan adanya musyawarah masyarakat Lenggadai Hilir di kantor Penghulu Lenggadai Hilir. Jadi dari hasil kesepakatan masyarakat makanya dibangunlah Jalan Famili mengarah ke kebun masyarakat Lenggadai Hilir," ungkap Nukman kepada Datariau.com, Jumat (8/12/2017).

Dijelaskan Nukman, rencananya pembangunan Jalan Famili itu nanti secara bertahap sampai ke kebun masyarakat dan bisa nantinya mengeluarkan hasil petani sawit dan lain sebagainya.

"Untuk kedepanya kami rencanakan bangun jalan ini sampai ke kebun masyarakat Lenggadai Hilir dan juga sampai ke Jalan Kebun Blok B, sehingga untuk masyarakat yang berkebun disana bisa mengeluarkan hasil lewat jalan ini," jelasnya.

Dengan adanya jalan ini, lanjut Nukman, masyarakat yang mengeluarkan hasil tani di Lenggadai Hilir bisa lancar. "Atau nanti ada tanah-tanah disana mau dikaplingkan, barang tentu akan ramai tempat kita bagaimana nantinya kalau sudah ada jalan. Maka dari itu bukan jalan ini untuk kepentingan pribadi saya, namun untuk masyarakat banyak juga," tegasnya.

Menurutnya, tampa musyawarah masyarakat ia rasa penghulu tidak sangup tunjuk begitu saja pembangunan jalan ini. "Tapi, karena itu hasil musyawarah  sehingga dapat dibangun jalan ini. Kenapa masih pendek jalanya karena anggaran tahun ini untuk bangun Jalan Famili sebesar Rp73 juta sekian," jelasnya.

Terkait adanya dugaan tentang kualitas pembangunan Jalan Famili itu kurang bagus dan tidak memuaskan, sebab telah terjadi keretakan di beberapa titik, kemudian dicor dengan semen untuk menutupi keretakan, Nukman menjelaskan itu tidak ada unsur kesengajaan.

"Yang jelas dalam satu sak semen satu angkong pasir, jadi satu angkong dan satu sak semen dalam satu mobel, bukan satu sak semen dua molen tidak, tapi satu sak semen satu molen, yang mengerjakan jalan ini masyarakat Lenggadai Hilir yang bisa bekerja. Kami tidak ada lah berandai-andai untuk mengurangi kualitas dan mencari keuntungan besar," katanya.

"Cuma masasalah ada yang retak itu bukanlah ada mau dikurangi sukatnya dan kualitasnya. Seperti dikurangi semenya, tapi banyak pasirnya itu tidaklah mungkin. Ada yang retak kemarin akibat faktor tanah, namun sudah kami perbaiki dan sudah bagus, tidak ada masalah lagi," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, pembangunan Semenisasi Jalan Famili I, RT07, Dusun Penyaguan, Kepenghuluan Lenggadai Hilir, Kecamatan Rimba Melintang, Rokan Hilir dinilai tidak ada azas mamfaat bagi masyarakat umum.

Sebab, masyarakat menyebut bahwa jalan ini hanya untuk akses ke kediaman keluarga Kepala Dusun Penyaguan, inisial Nu yang juga selaku PPTK pembangunan Semenisasi Jalan Famili I tersebut. Padahal, jalan ini disemenisasi dengan dana desa tahun 2017.

"Dari awal kami selaku masyarakat Lenggadai Hilir sudah bertanya-tanya, kenapa bisa dibangun jalan semenisasi ke dalam kebun sawit milik perorang dan tidak ada masyarakat disana. Apa itu tidak salah, kami tak tahu mengadu kemana," ujar masyarakat kepada Datariau.com, Kamis (7/12/2017).

Parahnya lagi, kata warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan ini, dari awal pembangunan jalan tersebut terkesan asal jadi, ketebalan jalan kurang, campuran semen kurang, sehingga belum lama selesai dibangun jalan itu sudah retak dan rusak.

"Padahal mobil tidak ada masuk kesana. Paling kendaran sepeda motor anak-anaknya keluar masuk. Baru beberapa bulan dibangun udah rusak," terangnya.

Masyarakat Lenggadai Hilir menilai pembangunan jalan itu tidak layak. Tidak ada manfaatnya bagi masyarakat banyak. "Yang kita ketahui setiap pembangunan jalan itu harus bermanfat untuk masyarakat, bukan untuk peribadi," tuturnya.

Dalam hal ini, pihak Kejasaan Rohil, Ispektorat, Polri dan lembaga terkait dalam pengawasan desa diharapkan turun melakukan kroscek dan melihat layak apa tidaknya jalan tersebut.

"Kami harap, jika ada penyimpangan dalam pembangunan dapat diproses dengan hukum dan dapat memberikan efek jera," pinta warga.

Karena sudah heboh atas semenisasi itu, bagian yang rusak dan retak-retak dicor kembali menggunakan semen.

Penulis
: Samsul
Editor
: Agusri
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)