PEKANBARU, datariau.com - Seorang bocah usia 6 tahun bernama Richi Ramadhan (6) yang berkediaman Jalan Tanjung Uban Kelurahan Pesisir Kecamatan Limapuluh meninggalkan dunia akibat penyakit DBD yang dideritanya. Korban meninggal dunia di rumah sakit Santa Maria, Rabu (25/11/2015) kemarin.
Informasi ini disampaikan salah seorang Anggota DPRD Kota Pekanbaru yang bermukim di daerah tersebut H Fatullah. Atas musibah ini, Fatullah meminta dinas terkait lebih aktif mengambil tindakan untuk pencegahan berjatuhnya korban demam berdarah di Kota Pekanbaru saat musim hujan ini.
"Kita turut berduka atas kejadian ini, semoga keluarga korban diberi kesabaran. Dengan kejadian ini kita dari DPRD sangat menyayangkan kinerja Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru yang tidak tanggap dan tidak bisa bertindak cepat terhadap korban penderita penyakit demam berdarah," ujar Fatullah saat ditemui di DPRD Pekanbaru, Kamis (26/11/2015).
Seharusnya, kata Fatullah, Diskes Kota Pekanbaru sebelum musim penyakit demam berdarah melanda masyarakat kota Pekanbaru, harus melakukan antispasi terkait bencana demam berdarah. Tindakan yang dilakukan seperti sosialisasi bahaya DBD dengan siklus cuaca yang ada termasuk melakukan fogging.
"Kita melihat Diskes Pekanbaru tidak bekerja secara maksimal, mana ada kita lihat kegiatan fogging secara merata dan terjadwal di setiap kelurahan. Kalau kinerja Diskes berjalan secara maksimal dan tanggap terhadap bahaya penyakit DBD maka tentu penderita penyakit DBD di kota Pekanbaru semakin berkurang tiap bulannya," ujar Fatullah.
Disamping itu, sambung Fatullah, masyarakat atau organisasi saja selama ini berinisiatif melakukan fogging, namun saat ingin meminjam alat fogging ke Diskes Pekanbaru terkesan dipersulit dan berbelit-belit. "Jadi, bagaimana masyarakat mau membantu dan bekerjasama kalau urusan peminjaman serta urusan lainnya dipersulit," ujar Fatullah.
Namun, kepada masyarakat Fatullah berharap agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dan aktifkan kegiatan gotong royong di tengah lingkungan masyarakat. "Kalau ada keluarga yang menderita penyakit DBD cepat bawa ke rumah sakit dan jangan dibiarkan," imbau Fatullah.
Sementara itu, Kadiskes Kota Pekanbaru Elda S Munir saat dikonfirmasi mengatakan, pihak Diskes untuk mengatasipasi penyakit demam berdarah di tengah masyarakat telah melakukan fogging dan sosialisasi kepada masyarakat.
Namun saat ditanya berapa jumlah korban meninggal akibat DBD saat ini dan aturan fogging seperti apa, Kadiskes tidak mengetahui berapa jumlah dan aturannya seperti apa, bahkan Kadiskes menyuruh wartawan untuk berkoordinasi dengan Kabid yang membidangi masalah Demam Berdarah.
(msf)