Awas, Kebiasaan Ini Bisa Rusak Busi Motor lebih Cepat

Junaini
1.136 view
Awas, Kebiasaan Ini Bisa Rusak Busi Motor lebih Cepat
Foto: mobil123.com
Perbedaan busi baru dengan busi yang sudah rusak.

DATARIAU.COM - Busi motor merupakan salah satu komponen vital yang memiliki peran penting dalam proses pembakaran internal di mesin kendaraan bermotor. Meski usia pakai busi relatif panjang, sekitar 10.000 kilometer ke atas, namun komponen ini tidak kebal dari kerusakan lebih cepat.

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan busi cepat rusak, baik terkait kondisi motor maupun kebiasaan buruk pengendara dalam melakukan perawatan rutin.

Hariyanto, Kepala Bengkel AHASS Ardian BSD Tangerang, menjelaskan bahwa salah satu kebiasaan yang dapat mendegradasi kualitas busi secara cepat adalah membiarkan motor menyala terus-menerus (langsam) dalam waktu lama.

“Ini kalau penggunaan jangka panjang, bikin umurnya (busi motor) jadi pendek. Makin terasa kalau makin sering,” ucapnya dikutip Kompas.com.

Pendapat serupa disampaikan Diko Oktaviano dari PT Niterra Mobility Indonesia, produsen busi NGK. Selain langsam, kebiasaan menunda penggantian oli dan coolant juga bisa mempersingkat usia pakai busi. Oli berkualitas buruk dan coolant habis dapat meningkatkan suhu mesin hingga overheat, yang dapat merusak elektroda pada busi.

“Busi punya temperatur ideal juga supaya fungsinya optimal, kalau posisinya mesin overheating, usianya juga bisa memendek. Jadi usianya (busi) tergantung kebiasaan pemilik motor juga, komponen mesinnya dirawat atau tidak,” ucap dia.

Baca juga: Agar Mesin Kendaraan Awet, Kapan Waktunya Ganti Oli?


Idealnya, busi pada motor memiliki usia pakai 6.000 hingga 10.000 km sebelum diganti secara berkala untuk memastikan performa motor tetap maksimal. Namun, beberapa faktor lain juga dapat menyebabkan busi cepat rusak sebelum waktunya seperti yang dikutip dari Cnnindonesia.com, antara lain:

1. Salah campuran bahan bakar dan udara, yang menyebabkan pembakaran tidak sempurna dan menumpuknya residu karbon di elektroda busi.

2. Kebocoran oli mesin dan air radiator yang masuk ke ruang bakar, ikut terbakar, dan mengotori elektroda busi.

3. Sistem pasokan bahan bakar dan filter udara yang kotor, sehingga kotoran masuk ke ruang bakar dan mengendap di busi.

4. Menggunakan jenis busi yang salah atau tidak sesuai rekomendasi pabrikan.

5. Celah busi yang terlalu lebar atau terlalu sempit, menyebabkan pembakaran tidak sempurna dan banyak residu.

Jadi, usia pakai busi juga bergantung pada kebiasaan pemilik dalam merawat komponen mesin motornya. Perawatan yang baik akan memaksimalkan usia pakai busi. ***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)