SMM PANEL INDO

Perundungan Pasien BPJS: Sistem Kesehatan Nir-empati

Oleh: Casima
datariau.com
187 view
Perundungan Pasien BPJS: Sistem Kesehatan Nir-empati
Ilustrasi. (Foto: Int.)

Jangan Biarkan Pasien Menjadi Korban Sistem


Kasus Yurizal Tri Chaerawan semestinya menjadi momentum evaluasi besar terhadap pelayanan kesehatan di Indonesia.

Delapan jam menunggu di IGD bukan sekadar angka. Di balik angka itu ada seorang manusia, ada keluarga yang menunggu, ada harapan untuk mendapatkan pertolongan, dan ada pertanyaan besar mengenai seberapa serius negara menjamin hak kesehatan rakyatnya.

Begitu pula komentar nir-empati dari tenaga kesehatan tidak boleh dianggap sebagai persoalan kecil. Jika benar terjadi, persoalan tersebut harus ditindak sesuai ketentuan etik dan hukum yang berlaku. Tenaga kesehatan harus profesional, tetapi profesionalisme tanpa empati akan kehilangan ruh kemanusiaannya.

Pada akhirnya, masyarakat membutuhkan sistem kesehatan yang menempatkan keselamatan dan martabat manusia di atas kepentingan komersial.

Islam menawarkan paradigma bahwa negara adalah pelayan dan penanggung jawab kebutuhan rakyat. Pelayanan kesehatan harus diberikan secara profesional, merata, dan tidak diskriminatif.

Sebab ketika seseorang datang ke rumah sakit dalam kondisi sakit, yang seharusnya dilihat pertama kali bukanlah kartu kepesertaannya, kelas sosialnya, atau kemampuan membayarnya. Yang harus dilihat adalah manusianya. Wallahu a'lam bish-shawab.***

Catatan Redaksi:
Tulisan ini telah melalui proses penyuntingan oleh redaksi untuk menyesuaikan kaidah bahasa, tata tulis, dan standar publikasi media online. Penyuntingan dilakukan tanpa mengubah substansi, gagasan utama, maupun makna yang dimaksud oleh penulis.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)