SMM PANEL INDO

Menjaga Akar, Menyiapkan Masa Depan

Oleh: Marini Amalia Ocvianti, S.Si., M.Pd.*
datariau.com
144 view
Menjaga Akar, Menyiapkan Masa Depan
Foto: Ist.
Marini Amalia Ocvianti, S.Si., M.Pd, Pelaksana Harian (Plh) Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta.

Perkaderan juga tidak cukup dilakukan melalui penyampaian materi ideologi. Nilai Muhammadiyah akan lebih kuat jika dialami secara langsung. Murid perlu melihat teladan dari gurunya, merasakan budaya sekolah yang adil dan manusiawi, serta diberi ruang untuk mengambil peran. Sebagai guru, saya pun merasa tantangan itu kembali kepada diri sendiri. Tidak mungkin kita berharap murid memiliki semangat tajdid jika gurunya berhenti belajar. Tidak mungkin kita ingin melahirkan kader yang peduli jika gurunya tidak menunjukkan keberpihakan kepada sesama. Guru di sekolah Muhammadiyah bukan hanya pengajar, tetapi juga pembawa nilai.

Belajar sejarah Muhammadiyah membuat saya memahami bahwa warisan terbesar Kiai Dahlan bukanlah sekadar sekolah, rumah sakit, atau organisasi. Warisan terbesarnya adalah cara berpikir dan keberanian bertindak. Maka tugas kita hari ini bukan menyalin apa yang dilakukan Kiai Dahlan pada zamannya. Tugas kita adalah melanjutkan semangatnya untuk menjawab persoalan zaman kita.

Sejarah memberi kita akar dan ideologi memberi arah. Pendidikan menyiapkan kader. Tajdid memberi keberanian untuk melangkah ke masa depan. Itulah Muhammadiyah yang saya bayangkan: kuat karena sejarahnya, hidup karena nilainya, dan tetap relevan karena berani memperbarui dirinya.***

*) Penulis merupakan Pelaksana Harian (Plh) Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)