Memilukan, 62 Ribu Balita Jadi Korban Asap Karhutla

Oleh: Khairani Kembaren, S.T.
datariau.com
146 view
Memilukan, 62 Ribu Balita Jadi Korban Asap Karhutla
Ilustrasi. (Gambar: Open AI)

Islam tidak menyebut ini sekadar bencana. Ini adalah kerusakan yang diperbuat tangan manusia, sebagaimana firman Allah dalam QS. Ar-Rum: 41. Maka solusinya harus kembali pada Islam secara menyeluruh.

Pertama, negara adalah pengembala. Rasulullah menegaskan imam bertanggung jawab atas gembalaannya. Membiarkan puluhan ribu balita sesak karena asap tahunan adalah bentuk lalai terhadap amanah.

Kedua, hutan dan lahan gambut dalam Islam adalah milik bersama. Tidak boleh dimonopoli korporasi untuk dirusak. Pelaku pembakaran harus dijatuhi hukuman ta'zir yang benar-benar membuat jera, bukan sekadar denda administrasi yang bisa dibayar dari keuntungan sawit.

Ketiga, menjaga jiwa adalah kewajiban. QS. Al-Maidah ayat 32 menegaskan menyelamatkan satu nyawa sama dengan menyelamatkan seluruh manusia. Saat udara beracun, negara wajib menyediakan shelter udara bersih, evakuasi gratis bagi ibu hamil dan balita, serta layanan kesehatan tanpa ribet birokrasi.

Allah perintahkan dalam QS. Al-Baqarah: 208 untuk masuk Islam secara kaffah. Artinya solusi ekologis, politis, ekonomis, dan medis harus diambil dari syariat secara utuh, bukan sepotong-sepotong.

Jika harapan masih digantung pada pembagian masker dan imbauan di rumah saja, maka tiap Oktober kita akan kembali bertanya dengan pilu: berapa ribu balita lagi yang harus jadi korban?

Asap di Riau bukan sekadar kabut. Ia adalah cermin hilangnya keadilan. Wallahu a'lam bish-shawab.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)