DATARIAU.COM - Dalam kehidupan, kita tidak terlepas dari komunikasi. Komunikasi menjadi wadah untuk berbagi perasaan yang diungkapkan kepada orang lain.
Dalam catatan Frank E.X. Dance, terdapat lebih dari 126 definisi komunikasi. Yang paling sering dikutip merupakan pendapat Carl I. Hovland yang menyatakan:
“Communication is the process to modify the behavior of other individuals”. Artinya komunikasi merupakan proses untuk mengubah perilaku individu lain. Stewart L. Tubss dan Silvia Moss mendefinisikan komunikasi sebagai proses penciptaan makna antara dua orang atau lebih. (Yusuf, 2021).
Komunikasi memiliki berbagai macam pembagian, yang akan kita bahas saat ini yakni mengenai komunikasi interpersonal. Menurut Wayne Pace, komunikasi interpersonal atau communicaton interpersonal adalah proses komunikasi yang berlangsung diantara 2 orang atau lebih melalui tatap muka sehingga pengirim dapat menyampaikan pesan secara langsung dan yang menerima bisa menanggapi secara langsung.
Menurut Kurniawati, interpersonal merupakan turunan dari kata inter yang artinya antara. Dan kata personal yang artinya orang. Maka komunikasi interpersonal secara harfiah adalah komunikasi yang terjadi antara orang-orang.
Menurut McDavid & Harari, komunikasi interpersonal adalah penyampaian pesan dari satu orang dengan orang lainnya atau sekelompok kecil orang yang menimbulkan berbagai dampak dengan peluang untuk memberikan umpan balik. (Rahmi, 2021).
Dari penjabaran tersebut kita mengetahui bahwa komunikasi interpersonal hanya akan terjadi terhadap 2 orang yang bercakap-cakap. Percakapan antara orang tua kepada anaknya mampu meningkatkan kemampuan seorang anak dalam menghapal Al-Qur’an. Hal tersebut dikarenakan orang tua memiliki peran penting untuk memberikan pendidikan serta pemahaman kepada anak.
Dalam kegiatan menghafal Al-Qur’an, tidak hanya membutuhkan peran dari sekolah namun peran orang tua juga diperlukan dalam meningkatkan kemampuan anak membaca Al-Qur’an. Orang tua harus mampu untuk mengingatkan, membimbing, menasehati dan membantu agar daya ingat anak berjalan dengan lancar. (Nisa, Isnawijayani, & Lestari, 2022).
Dalam suatu kelurga, kelancaran komunikasi mampu menciptakan suasana harmonis jika anggota keluarga mampu menjalankan kewajibannya masing-masing. Komunikasi yangn baik dari orang tua, mampu meberikan pemahaman yang baik pula pada anak yang dapat membentuk akhlak mulia.
Demi mewujudkan komunikasi yang fektif, faktor-faktor yang perlu diperhatihan yakni, (Mardhiyah & Imran, 2019).
1. Ketegasan
2. Kosistensi
3. Sikap terbuka
4. Kepercayaan
5. Sikap posistif.
Dengan diterapkannya komunikasi interpersonal antara orang tua dengan anak, maka akan meningkatkan hafalan Al-Qur’an pada anak. Hal tersebut terjadi karena saat dilakukannya komunikasi interpersonal antara orang tua dan anak, maka munculkan motivasi yang mana mampu memberikan semangat kepada anak untuk terus semangat menghafal Al-Qur’an.
Dari pembahasan ini kita mengetahui bahwa komunikasi interpersonal atau pembicaraan yang mendalam terhadap 2 orang sangat penting untuk meningkatkan semangat seseorang. (*)
Disusun oleh: Mela Kusmiati (Mahasiswi S2 Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Riau)
Referensi :
Mardhiyah, A. N., & Imran, A. I. (2019). Motivasi Menghafal Al-Qur'an Pada Anak Melalui Komunikasi Interpersonal. Jurnal Of Communication. Volume. 2, Nomor.2.
Nisa, I. A., Isnawijayani, & Lestari, S. (2022). Komunikasi Interpersonal Orang Tua Dalam Memotivasi Menghafal Al-Qur'an Pada Anak Di Kelurahan Seterio Kecamatan Banyuasin III. Jurnal Ilmiah Indonesia.
Rahmi, S. (2021). Komunikasi Interpersonal dan Hubungannya Dalam Konseling. Banda Aceh: Syiah Kuala University Press.
Yusuf, M. F. (2021). Pengantar Ilmu Komunikasi. Yogyakarta: Pustaka Ilmu.