DATARIAU.COM - Viral penyelenggaraan Miss Universe Indonesia 2023 menjadi sorotan setelah isu mengenai prosedur body checking yang dilalui para finalis beredar di dunia maya. Isu body checking ini menjadi perbincangan hangat karena para finalis dirumorkan harus menanggalkan busana saat menjalani prosedur tersebut. (www.republika.co.id, 07/08/2023)
Isu ini mulai mendapatkan sorotan warganet saat National Director Miss Universe Indonesia Bali membuat unggahan Instagram Story. Dalam unggahan tersebut, Sally memperlihatkan tangkapan layar berisi percakapan mengenai prosedur body checking yang dilalui oleh peserta. Pengirim pesan mengungkapkan dia menerima laporan para peserta diminta untuk telanjang saat melakukan prosedur pemeriksaan tubuh. Selain itu, ada pula dugaan bahwa peserta juga difoto saat menjalani pemeriksaan tersebut.
Dalam unggahan berbeda yang dibuat oleh salah satu finalis Miss Universe Indonesia (MUID) 2O23, Sheren Simamora, dia mengungkapkan bahwa ada lima orang di dalam ruangan selama proses pengecekan tubuh. Dua di antaranya merupakan laki-laki yang berperan sebagai desainer dan petugas yang membantu memakaikan serta membuka gaun agar tidak rusak.
Sungguh nurani dan nalar kita sebagai perempuan terasa terkoyak. Kecantikan perempuan hanya diukur dari tampilan fisik belaka. Tinggi badan, bentuk tubuh, warna kulit, wajah dan bentuk-bentuk fisik lain seakan menjadi tolok ukur layak tidaknya seorang perempuan dikatakan cantik. Kalaupun ia memiliki prestasi dan pendidikan yang mumpuni lagi-lagi itu hanya aksesoris belaka.
Seyogyanya berbagai ajang kontes kecantikan apakah itu Miss Universe, Miss World, dan Miss - Miss yang lain hanya akan fokus pada kecantikan dan kemolekan tubuh perempuan. Pihak penyelenggara mungkin mengklaim adanya penilaian Brain, Beauty, dan Behavior.
Namun ini hanya lipstick. Pasalnya Brain (kecerdasan) hanya dilihat dari kemampuan kontestan menjawab pertanyaan kekinian. Behavior (kepribadian) hanya diukur dari keterlibatan peserta dalam berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan. Kecerdasan dan kepribadian sesungguhnya tidak mungkin terukur hanya sekejap selama kontes dilaksanakan.
Ketika ajang Miss universe hanya melihat prestasi dan penghormatan perempuan pada kecantikan wajah dan seluruh tubuhnya semata ini adalah penghinaan bagi perempuan yang berasal dari cara pandang Barat yang kufur pemikiran barat memandang identitas dan nilai perempuan berdasarkan kecantikan fisik semata.
Kontes kecantikan semacam Miss Universe atau Miss World menjadikan perempuan dan tubuhnya tak lebih sebagai barang dagangan di atas panggung. Ibarat sebuah kapstok, tubuh perempuan dicantoli berbagai produk demi kepentingan bisnis. Panitia akan mencari sponsor untuk kontes sehingga kontestan mempromosikan komoditas dan produk bermerek tertentu.
Pameran dan parade perempuan dalam ajang Miss Universe atau Miss World merangsang keuntungan dalam industri kecantikan, fashion dan rating media. Tak dapat dipungkiri kontes semacam ini sejatinya melanggangkan liberalisme dan sekularisme.
Kontes kecantikan semacam Miss Universe atau Miss World sejatinya harus ditolak. Islam datang benar-benar untuk memuliakan dan memberdayakan kaum perempuan secara hakiki. Sesungguhnya Islam telah menetapkan bahwa peran utama kaum perempuan adalah penjaga generasi yakni sebagai ibu dan manajer rumah tangga. Peran ini sesungguhnya adalah peran yang sangat mulia, strategis dan politis bagi sebuah bangsa atau umat.
Allah menetapkan berbagai aturan yang menjaga kaum perempuan dan menjaga kehormatan mereka. Dengan begitu posisi strategis itu bisa berjalan sebagaimana seharusnya. Islam juga membuka ruang bagi kaum perempuan untuk masuk dalam kehidupan umum berkiprah dalam aktivitas-aktivitas yang dibolehkan semacam berjuang beli maupun untuk melaksanakan aktivitas yang diwajibkan syariah seperti menuntut ilmu sehingga tturut mewarnai dan mengarahkan masyarakat ke arah yang maju dan berperadaban tinggi.
Islam juga mewajibkan kaum perempuan menutup aurat mereka memerintahkan laki-laki dan perempuan menjaga pandangan mereka, melarang mereka berkhalwat/ berdua-duaan memerintahkan kaum perempuan yang hendak bepergian jauh untuk disertai mahramnya. Dengan aturan-aturan ini kehormatan keduanya akan selalu terjaga dan terhindar dari kerusakan moral semacam pergaulan bebas dan tindak kejahatan seksual sebagaimana yang kerap terjadi dalam masyarakat kapitalistik sekarang ini berikut segala dampaknya yang rusak dan merusak. Wallahu a'lam bi ash shawab. (*)