Hilirisasi Nikel: Nilai Tambah Untuk Siapa?

Oleh: Alfiah, S.Si
datariau.com
1.305 view
Hilirisasi Nikel: Nilai Tambah Untuk Siapa?
Ilustrasi bijih nikel. (Foto: Internet)

Tatkala pemerintah menggencarkan hilirisasi, sejumlah kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus bermunculan. Ironisnya itu hanya menguntungkan kapitalis karena memang negeri ini menerapkan sistem ekonomi kapitalistik yang tidak pro rakyat.

Sesungguhnya untuk menjadi negara industri yang maju politik perindustrian harus berpijak pada politik perang. Dalam sistem Islam, Departemen Perindustrian adalah departemen yang mengurusi semua masalah yang berhubungan dengan perindustrian, baik industri berat seperti industri mesin dan peralatan, pembuatan dan perakitan alat transportasi, industri bahan mentah dan industri elektronik, maupun yang berhubungan dengan industri ringan; baik industri itu berupa pabrik-pabrik yang menjadi milik umum maupun pabrik-pabrik yang menjadi milik pribadi, yang berhubungan dengan industri-industri militer.

Dengan demikian negara akan memiliki kontrol atas semua masalah perang dan militer serta jauh dari pengaruh negara lain. Negara harus mendirikan industri-industri yang mendukung persenjataan militer negara. Sehingga negara mampu menguasai persenjataan yang paling canggih dan paling kuat. Inilah yang pada akhirnya bisa menggentarkan musuh-musuh negara, baik musuh yang nyata maupun musuh laten.

Jika hilirisasi hanya akan menjadikan Indonesia pengekspor nikel ke China, justru ini akan semakin mengokohkan China dan melemahkan Indonesia. Wallahu a'lam bi ash shawab. (*)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)