DATARIAU.COM - Kian hari kondisi di Gaza makin suram, menderita, bahkan banyak dari mereka yang kelaparan terjangkit malnutrisi, karena kelaparan kekurangan gizi yang mengakibatkan semakin bertambah korban meninggal dunia.
Anak-anak menangis, menjerit kelaparan, ada yang tidak makan berhari-hari, semakin hari korban terus bertambah kebanyakan di antara mereka adalah anak-anak.
Sejak diblokade, pasokan makanan ke Jalur Gaza dibatasi, sehingga Israel menjadikan kelaparan sebagai alat genosida sangat keji. Kebiadaban Israel terus meningkat tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, seolah mereka bukan manusia, membiarkan krisis kelaparan mengerikan terus terjadi di Gaza.
Mohammed Abu Salmiya, Direktur Rumah Sakit Shifa di Kota Gaza, mengatakan ada 21 anak telah meninggal dunia akibat kelaparan dan malnutrisi di seluruh wilayah tersebut dalam 72 jam terakhir.
"Sekitar 900.000 anak di Gaza menderita kelaparan dan 70.000 di antara mereka mengalami malnutrisi," ujarnya kepada BBC World Service.
Setelah Israel menerapkan blokade total selama 11 minggu di Gaza, yang menyebabkan tidak ada makanan yang masuk ke wilayah tersebut. Kini kondisi gaza makin suram, banyak anak-anak yang kelaparan banyak di antara mereka yang terbunuh ketika mereka mencari sekarung tepung demi bisa bertahan hidup.
Makin nyata bahwa retorika pemboikotan produk, bantuan kemanusiaan saja tidak cukup untuk membantu rakyat Gaza, umat harus sadar bahwa solusi hakiki adalah kebangkitan kaum Muslimin dengan jihad dan menerapkan sistem Islam.
Umat harus sadar bahwa dahulu Islam pernah berjaya di masa keemasan Islam nyawa mereka terjaga, terlindungi dan bahkan satu nyawa sangatlah berharga di dalam Islam.
Umat harus bersatu dalam ikatan Akidah, umat harus sadar bahwa persatuan kaum muslimin yang akan membawa mereka kepada kemenangan. Dan keyakinan mereka akan pertolongan Allah akan datang untuk mereka yang bertawakal kepada Allah.
Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik (QS: An-Nur : 55). Wallahu 'alam bishohwab.***