Oleh : Putri Az zahra

OTG Milenial, Silent Killer Saat Ini?

Datariau.com
454 view
OTG Milenial, Silent Killer Saat Ini?

DATARIAU.COM - Sars cov-2 atau lebih dikenal dengan covid 19, yang pertama sekali ditemukan di Wuhan, China dan kini telah mewabah ke seluruh dunia memang bukanlah merupakan virus yang dianggap biasa karena diketahui untuk negara Indonesia saja grafik penambahan untuk kasus positif covid 19 terus mengalami peningkatan setiap harinya. Tak hanya itu covid 19 pun telah bermutasi begitu cepat sehingga sulit membedakan apakah seseorang itu terinfeksi covid 19 atau tidak.


Dilansir dari CNN Indonesia, juru bicara pemerintah untuk penanganan covid 19 Achmad Yurianto, mengatakan sebagian besar kasus positif virus Corona yang baru ditemukan hari ini kebanyakan berstatus sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG). Yurianto mengatakan pasien status OTG sama sekali tidak merasakan keluhan dan tidak merasakan sakit apapun, meski sudah dinyatakan positif covid 19. Secara keseluruhan sebagian kasus baru yang kita dapatkan pada hari ini adalah kasus baru yang tidak ada indikasi untuk dirawat di rumah sakit, kata Yurianto dalam konferensi persnya di kantor BNPB Jakarta, minggu (12/7).


Sebelumnya menurut tim pakar gugus tugas percepatan penanganan covid 19, dr. Budi Santoso mengatakan untuk OTG lebih didapati oleh kaum muda atau  lebih dikenal sebagai kaum milenial. Penyakit ini pada kaum milenial paling besar tidak menimbulkan gejala atau gejala tidak khas yang biasa disebut sebagai OTG (Orang Tanpa Gejala).


Lebih lanjut Budi mengatakan bahwa kaum milenial tidak sadar bahwa dirinya terinfeksi virus Corona oleh karena itu, kaum milenial rentan disebut sebagai Silent Killer (Pembunuh Senyap). Karena mereka terkena covid 19 tapi mereka mengira hanya flu biasa. Hal ini sangat berbahaya karena bisa menularkan kepada orang lain yang lebih rentan, ujarnya dalam konferensi pers bertajuk Obrolan Milenial Dalam Mendukung Pencegahan Covid 19.


Diketahui pada kasus ribuan siswa-siswi sekolah calon perwira angkatan darat (Secapa AD) yang terinfeksi virus Corona, membuktikan penyebaran virus covid 19 rata-rata merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) dengan usia muda atau milineal. Dalam kasus Secapa AD konfirmasi positif covid 19 sebanyak 1.280 orang diantaranya 991 siswa dan 289 staf di Secapa beserta anggota keluarga dari staf. Dari jumlah itu hanya 17 orang yang menunjukkan gejala terpapar virus Corona dan selebihnya adalah OTG.


Fenomena OTG yang rentan terjadi pada kaum muda atau milineal, karena kebanyakan dari mereka lebih menganggap enteng penularan virus Corona ini. Protokol kesehatan yang seharusnya diterapkan justru mereka abaikan. Kaum milenial lebih suka kumpul nongkrong bareng bersama komunitasnya dan melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat duniawi. Derasnya arus liberalisasi yang digaungkan para kapitalis menjadikan mereka generasi yang apatis, pragmatis dan sulit untuk menerima aturan. Ditambah lagi begitu banyaknya tontonan yang mengumbar syahwat dan kekerasaan yang secara bebas disuguhkan melalui media cetak dan elektronik turut pula menambah rusaknya generasi muda saat ini.  Menjadikan sebagian besar kaum muda atau milineal sering berhalusinasi dan terjerembab dengan tipu daya dunia. mulailah muncul berbagai kasus penyimpangan yang sering terjadi di kalangan mereka seperti pemerkosaan, pergaulan bebas, penggunaan narkoba, tawuran dan berbagai bentuk kenakalan remaja lainnya. Hal ini terjadi karena tidak adanya keimanan dan pengaturan akhlak yang menjadi pondasi kuat untuk membentengi mereka.


Dalam hal ini tidak menutup kemungkinan kalau virus Corona hanya rentan terhadap usia tua dan anak-anak saja. Faktanya sekarang justru usia muda atau milenial cenderung lebih berpengaruh terhadap penularan covid 19 bahkan mereka dianggap Silent Killer karena tidak menunjukkan gejala yang khas apabila mereka telah terinfeksi virus Corona itu sendiri. Ditambah lagi kebijakan pemerintah untuk memberlakukan new normal dianggap sangat mempengaruhi penyebaran virus Corona terhadap OTG saat ini. Bisa jadi dalam hal ini akan menimbulkan ledakan baru kasus Corona yang ditularkan oleh OTG. Seharusnya saat pemerintah mengeluarkan kebijakan new normal, pemerintah juga membarenginya dengan tindakan-tindakan yang lebih serius dalam memutus mata rantai penularan covid 19, mungkin dengan mengeluarkan peraturan yang  tegas seperti memberikan sanksi kepada orang-orang yang tidak menjalankan protokol kesehatan dengan baik jadi bukan hanya sekedar sebuah himbauan saja.


Dalam menghadapi wabah, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam haditsnya telah menjelaskan dari Siti Aisyah radhiallahu Anha, ia berkata aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam perihal tha?un lalu Rasulullah shallallahu salam memberitahukanku, dahulu tha'un adalah azab yang Allah kirimkan kepada siapa saja yang dia kehendaki tetapi Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang yang beriman maka tiada seorang pun yang tertimpa tha?un kemudian ia menahan diri di rumah dengan sabar serta mengharapkan ridhaNya, seraya menyadari bahwa tha?un tidak akan menimpanya selain telah menjadi ketentuan Allah untuknya niscaya ia akan memperoleh ganjaran seperti pahala orang mati syahid (HR Bukhari, nasa'i dan Ahmad). 


Dalam hadist diatas Nabi telah mengajarkan kepada kita, bagaimana  menghadapi wabah yaitu dengan memberlakukan lockdown pada daerah yang terjangkiti wabah. Namun untuk menerapkan sistem yang telah diajarkan oleh Rasulullah di negara ini sangat sulit dilakukan, sebab negara yang menerapkan sistem kapitalis akan lebih mengedepankan materi ketimbang nyawa rakyat. Padahal status OTG saat ini banyak didapati oleh kaum muda atau milenial.  Sudah seharusnya negara menjaga dan melindungi mereka. Mengembangkan kreativitas mereka sehingga mereka menjadi pemuda yang lebih maju sebagaimana yang telah dicontohkan dimasa Rasulullah dan sahabat, bagaimana mereka betul-betul mendidik dan mengayomi pemudanya agar menjadi pemuda yang tangguh, cerdas dan berakhlak yang mulia.


Salah satu pemuda yang menjadi diplomat luar biasa di masa Rasulullah adalah Mush'ab bin Umair. Di usia 20 tahun Mush'ab sukses menjadi duta Islam pertama yang dikirim ke Madinah. Hasan dan Husein yang merupakan cucu dari Rasulullah  Shalallahu Alaihi Wasallam, dikenal sebagai pemuda yang cerdas, tangguh dan berkepribadian mulia. Mereka adalah penghulu  para syuhada. Ada juga Muhammad Al Fatih diusianya yang masih muda telah mampu membuat strategi perang untuk menaklukkan kota konstantinopel di Romawi Timur dan menjadi panglima perang islam terbaik dengan tentaranya yang terbaik pula. Dan masih banyak lagi sederetan pemuda-pemuda islam saat itu yang begitu luar biasa menginspirasi.


Mengapa mereka bisa begitu menjadi pemuda yang sukses dan mustanir di masa kejayaan Islam saat itu, sebab mereka tidak pernah meninggalkan kewajiban mereka sebagai seorang hamba. Mereka begitu taat terhadap perintah dan larangan Allah. Mereka begitu mencintai Allah dan RasulNya melebihi cinta mereka kepada diri mereka sendiri. Mereka begitu meyakini akan adanya penghisaban atas setiap perbuatan yang dilakukan. Mereka begitu yakin akan adanya pembalasan di akhirat nanti.


Allah berfirman dalam Al-Qur?an, surah Muhammad ayat 7, ?Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu?.

Editor
: Samsul
Sumber
: Datariau.com
Tag:mahasiswa
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)