Oleh : Ananda fitri amaliyah

New Normal, Solusi Atau Bencana?

Datariau.com
393 view
New Normal, Solusi Atau Bencana?

DATARIAU.COM - Penerapan new normal di indonesia tentu dapat menimbulkan pro dan kontra di khalayak. Dua faktor negatif dan positif new normal tentu akan menjadi sorotan publik. Disisi positif pemberlakuan new normal bisa meminimalisir faktor perekonomian masyarakat yang kian hari semakin memprihatinkan, ekonomi yang semakin buruk menjadi masalah  yang sangat besar bagi negara kita.


Indonesia dengan Wilayah yang luas dan penduduk yang sangat amat banyak, jika selalu melakukan pssb, lockdown dan sebagainya bisa saja perekonomian indonesia akan semakin jauh merosot dari sebelumnya. Di sisi negatifnya ialah akan semakin banyak masyarakat yang terinfeksi virus corona. Kita tau sendiri bahwa Indonesia dengan tingkat kedisiplinan rendah dalam mengikuti protokol kesehatan yang telah di anjurkan pemerintah. Ini akan menjadi ketakutan yang mendalam bagi masyarakat maupun pemerintah. Jangankan mengikuti protokol kesehatan pada saat new normal, himbauan pada saat psbb dan lockdown saja masih banyak masyarakat yang melanggar. 


Pemerintah harus benar-benar memikirkan apa dampak yang terjadi jika new normal ini diberlakukan dinegara kita. Tidak menutup kemungkinan jika new normal ini bisa mengundang lebih banyak yang terinfeksi corona ketimbang mengeluarkan indonesia dari jerat krisia ekonomi dan kesehatan. Para ahli pun sudah memperingatkan pemerintah untuk tidak gegabah dalam mengambil keputusan karena jika sampai ini tidak berjalan dengan semestinya maka indonesia akan mengalami dampak yang lebih besar dan krisis ekonomi yang berkepanjangan.


 Selain indonesia, beberapa negara juga akan dan telah menerapkan new normal. Seperti malaysia, vietnam, jepang, perancis dan selandia baru. Negara negara tersebut sudah melonggarkan peraturan peraturan yang telah dibuat pada saat pandemi masih marak-maraknya. Berbagai fasilitas umum sudah mulai beroperasi, tempat perbelanjaan sudah mulai dibuka dan bahkan masyarakat juga sudah diperbolehkan untuk berpergian tentunya dengan selalu mentaati proktokol kesehatan yang telah diterapkan dinegara masing-masing. Di indonesia sendiri, tempat perbelanjaan seperti mall mall dan pasar pasar juga sudah mulai dibuka dengan harus memakai masker, sosial distancing dan sebagainya. Dengan begitu para pelaku usaha juga sudah mulai mendapatkan hasil meskipun belum normal seperti biasanya.


 Saat ditemui di istana negara pada kamis (7/5/2020) lalu, presiden republik indonesia ir. Joko widodo mengatakan  ,“Sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan covid-19 untuk beberapa waktu kedepan,” ujarnya.  


Statmene presiden tersebut mengharuskan kita untuk selalu berdampingan dengan covid 19 sehingga lambat laun kita akan lupa dengan adanya covid 19 tetapi masyarakat  harus bisa juga melawan penyebaran virus tersebut sambil beraktivitas seperti sedia kala. Tentu aktivitas yang dimaksud  harus dilakukan dengan protokol kesehatan, tidak sebebas sebelum adanya covid-19.


Jika new normal akan terus diterapkan, sebaiknya pemerintah maupun masyarakat tidak terlalu menganggap remeh pandemi ini. Karena kita ketahui sendiri, pemerintah telah mengumumkan lonjakan kasus covid-19 mencapai 1.000 kasus perhari pada 6 juni lalu.


Seperti yang disampaikan oleh dr corona risnawan, seorang ahli kedaruratan medis " ada lonjakan yang di umumkan baru baru ini, itu ditelusuri dua minggu lalu, yang mungkin bertepatan dengan lebaran idul fitri. Orang orang masih berdoa bersama, meskipun muhammaddiyah tegas dalam nasehatnya, agar orang orang tinggal dirumah" ujarnya.


*Penulis: Ananda fitri amaliyah, Mahasiswa ilmu pemerintahan fakultas ilmu sosial dan ilmu politik universitas abdurrab

          

Penulis
: Ananda
Editor
: Samsul
Tag:mahasiswa
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)