Warga Tanah Merah Halau Truk dari Jalan Kongsimpat, Berjaga 24 Jam

datariau.com
2.750 view
Warga Tanah Merah Halau Truk dari Jalan Kongsimpat, Berjaga 24 Jam
Heri
Sampai malam ini masyarakat masih terus berjaga.

RENGAT, datariau.com - Mecegah agar tidak semakin hancur jalan raya Kongsimpat akibat mobil truk tronton, puluhan warga dari Kelurahan Tanah Merah Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Inhu blokir setiap truk cold disiel dan truk tronton yang melintas di jalan raya Kongsimpat. Kegiatan penyetopan mobil truk roda 6 dan 10 langsung diawasi oleh Lantas Polsek Pasir Penyu, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Tanah Merah.

Anggota Lantas Polsek Pasir Penyu Bripka J Nasution saat di lokasi pemblokiran di simpang SMAN 1 Pasir Penyu mengatakan, bahwa puluhan warga dari Kelurahan Tanah Merah melakukan pemblokiran mobil truk agar tidak melintas di jalan raya Kongsimpat. Hal ini guna untuk mencegah agar jalan raya Kongsimpat tidak hancur akibat truk cold diesel dan truk tronton.

Dijelaskan, mobil truk cold diesel dan truk tronton melintas jalan raya Kongsimpat karena jalan lintas tengah putus disebabkan adanya pengkerjaan box culvert.

"Sebelum kami dari pihak kepolisian Pasir Penyu dan Lirik sudah memasang rambu-rambu agar mobil khusus truk cold diesel dan tronton melintas jalan Elak. Namun masih saja ada mobil truk yang melintas jalan raya Kongsimpat," terangnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Prima Dana Kel. Tanah Merah, Fadri Hendra, mengatakan, pemblokiran mobil truk oleh warga tidak tahu batas waktunya, yang jelas, hingga para sopir truk tahu bahwa mereka tidak boleh lewat atau melintas di jalan raya Kongsimpat. 

"Dilarangnya mobil truk, karena jalan raya Kongsimpat sudah mulai hancur," terang Hendra.

"Selain itu, kita juga berharap kepada Dinas Perhubungan untuk segera membuat rambu-rambu larangan mobil truk melintas jalan raya Kongsimpat. Karena, kalau tidak mulai sekarang dilarang mobil truk melintas jalan raya Kongsimpat, dipastikan jalan akan hancur," harapnya.

Terpisah, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Penataan dan Ruang (PUPR) Inhu Nofriandi saat dikonfirmasi mengatakan, Jalan Sei Karas-Kembang Harum atau jalan raya Kongsimpat dibangun peningkatan pada tahun 2016 melalui dana DAK. 

"Jalan Sei Karas-Kembang Harum atau jalan raya Kongsimpat hanya bisa untuk mobil dengan beban 8 ton, karena jalan tersebut adalah jalan kelas 2 dan bukan jalan kelas 1," terangnya.

Pantauan datariau.com, hingga malam ini masyarakat masih terus berjaga dan diperkirakan sampai pagi. Sedikitnya ada sekitar 30 warga yang kebanyakan pemuda masih terus berjaga hingga malam ini. Mereka menghalau setiap truk yang ingin melalui Jalan Kongsimpat.

Beberapa sopir truk ada juga yang ngotot ingin tetap melewati jalan tersebut. Mereka sopir truk dari luar Sumatera, beralasan bahwa ini jalan lintas dan mereka ingin cepat, setelah diberitahu alasan pemblokiran jalan, para supir memahami dan bersedia untuk melalui jalan alternatif di Jalan Elak.

Penulis
: Heri
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)