Warga 4 Desa di Sei Lala Ancam Blokir Jalan Untuk Kendaraan PTPN 5

datariau.com
2.174 view
Warga 4 Desa di Sei Lala Ancam Blokir Jalan Untuk Kendaraan PTPN 5
Julimin, Kades Perkebunan Sungai Parit.

RENGAT, datariau.com - Jalan aspal yang melintasi 4 desa yakni Desa Pasir Batu Mandi, Selabau, Pasir Bongkal dan Desa Perkebunan Sungai Parit Kecamatan Sei Lala Kabupaten Inhu sudah mulai banyak yang hancur. Hancurnya jalan aspal tersebut diduga penyebab mobil truk angkut buah sawit PTPN 5 Sei Lala yang melebihi tonase.

 

Mencegah agar jalan aspal tidak semakin hancur atau rusak parah, warga 4 desa rencana akan memblokir atau menyetop mobil truk angkut buah sawit PTPN 5 Sei Lala agar tidak lagi melintas di jalan aspal tersebut.

 

"Rencana untuk penyetopan mobil angkut buah sawit PTPN 5 kita sudah koordinasi dengan 4 kepala desa, yakni kepala desa Pasir Batu Mandi, Selabau dan kepala desa Pasir Bongkal," terang Julimin, Kades Perkebunan Sungai Parit melalui selulernya kepada datariau.com, Ahad (9/10/2017) malam.

 

"Kami mau menyetop karena punya alasan kuat, karena selama ini pihak PTPN 5 Sei Lala tidak pernah perbaiki jalan yang rusak, contoh ada beberapa jalan aspal yang rusak, kami bersama masyarakat yang memperbaiki dengan cara menimbun gunakan tanah kerokos," lanjutnya.

 

"Bukan itu saja, sejak saya menjadi kepala desa perkebunan Sungai Parit sudah hampir 4 tahun, khusus untuk desa Perkebunan Sungai Parit, PTPN 5 Sei Lala belum pernah menyalurkan CSR untuk desa kami," terangnya lagi.

 

"Sedangkan janji mau bersihkan parit hingga kini belum juga terlaksana, asal ditanya kapan mau kerjakan pencucian parit, selalu saja beralasan alat beratnya sedang digunakan, dan kita diminta untuk bersabar," kata kades lagi.

 

"Namun hingga kini tak juga dikerjakan, bahkan hujan deras kemarin rumah warga kembali kebanjiran," pungkas Julimin Kades Perkebunan Sungai Parit.

 

Pihak PTPN 5 belum bisa dikonfirmasi atas adanya informasi ini.

Penulis
: Heri
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)