PLN Area Pekanbaru Ditantang Padamkan Listrik Mal dan Hotel Saat Beban Puncak Agar Lampu Warga Tetap Hidup

datariau.com
2.036 view
PLN Area Pekanbaru Ditantang Padamkan Listrik Mal dan Hotel Saat Beban Puncak Agar Lampu Warga Tetap Hidup
Riki
Seorang anak menghidupkan lilin saat listrik padam di wilayah Tarai Rayon Panam PLN Area Pekanbaru, Selasa sore tadi.

PEKANBARU, datariau.com - Pemadaman listrik secara bergilir lagi-lagi terjadi di ibukota Provinsi Riau yakni Kota Pekanbaru. Listrik padam saat matahari senja tergelincir menjemput malam.

Kondisi listrik yang di Kota Bertuah Pekanbaru sebagai kota yang terus berkembang, dengan banyaknya mal dan hotel, dirasa sebagai hal yang aneh. Ketika listrik "dikuras" pelanggan besar, maka pelanggan kecil jadi sasaran.

"Seandainya listrik mal dan hotel saja dimatikan saat beban puncak, tentu ini tidak akan terjadi. Mal dan hotel yang sangat banyak di Pekanbaru, suruh mereka sediakan genset sendiri saat beban puncak," kata seorang warga kota Pekanbaru, Yanhendri kepada datariau.com, Selasa (23/8/2016).

Listrik yang padam pada Maghrib ini memang dikeluhkan warga. Karena selain ibadah shalat Maghrib dan Isya terganggu, anak-anak sekolah yang tengah membuat PR (pekerjaan rumah) juga tidak nyaman.

"PLN bukannya ikut mencerdaskan anak bangsa, melainkan membuat bodoh, karena listrik padam anak-anak jadi sulit buat PR," kata Irda menggerutu.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Zaidir Albaiza SH MH menanggapi keluhan masyarakat ini sangat prihatin dengan kondisi pelayanan PLN. Dimana, kota Pekanbaru yang sudah maju dan berkembang, pembangunan sangat pesat, saat sore hingga malam masih laksana daerah terpencil.

"Benar kata warga dan wajar warga mengatakan hal demikian. Kita dituntut taat bayar listrik dan ikut aturan main PLN, tapi mereka seenaknya saja mematikan listrik," tegasnya.

Untuk itu, Zaidir menantang PLN berani apa tidak memadamkan listrik pelanggan besar seperti mal dan hotel saat beban puncak sehingga listrik masyarakat tetap menyala.

"Memang itu nanti PLN akan rugi karena masukan dari mal dan hotel jadi kurang. Maka kebijakan ini akan berat buat PLN, makanya kami tentang PLN demi mewujudkan kenyamanan pelanggan rumah tangga," pinta Zaidir.

Disinggung mengenai adanya statemen PLN beberapa tahun silam bahwa mal dan hotel sudah dikeluarkan dari sistem saat beban puncak, wakil rakyat ini tetap tidak percaya dan pembuktian yang harus dilakukan yakni melakukan inspeksi mendadak ke mal dan hotel saat listrik padam. Apa benar mal dan hotel menggunakan genset atau tetap gunakan listrik PLN di beban puncak.

"Dalam waktu dekat kita agendakan hearing dengan PLN, banyak persoalan yang akan kita bahas termasuk persoalan listrik pelanggan besar ini," pungkasnya.

Sementara pihak PLN saat dikonfirmasi terkait pemadaman yang terjadi setiap memasuki waktu maghrib selama 2 jam (18.00-20.00 WIB) belum ada yang menjawab.

Penulis
: Riki
Editor
: Agusri
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)

    wrong sql query