Mantap, Ada Program Pertanian Terpadu Seluas 4000 Hektar di Kota Dumai

datariau.com
2.090 view
Mantap, Ada Program Pertanian Terpadu Seluas 4000 Hektar di Kota Dumai
T Rusli Ahmad.

DUMAI, datariau.com - Kebijakan Presiden R I Joko Widodo menyediakan lahan seluas 12,7 juta hektare di seluruh Indonesia terhadap ketahanan pangan nasional disambut Baik oleh PT Diamon Raya Timber (PT DRT) dengan melakukan Kerja Sama Kemitraan.

Dimana naskah kerja sama kemitraan (NKK) ini telah ditandatangani oleh Direktu Utama PT DRT Rudi Hartanto dengan Ketua Gapoktan Sumber Alam Makmur Jaya (SAMJ) Umar Wijaya yang disaksikan langsung oleh Walikota Dumai H Zulkipli AS pada tanggal 01 Agustus 2017 di Pekanbaru. Dimana seluruh Anggota Gapoktan SAMJ telah membuat surat pernyataan saat itu.

Gerakan Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan Presiden RI JokoWidodoini diwujudkan dalam tindakan nyata dimana salah satunya menyetop impor jagung mulai Januari 2017.

Dimana rata-rata impor jagung setiap tahun 2,3 juta ton. Indonesia membutuhkan lebih dari 11 juta ton / tahun jagung hibrida. Sedangkan kemampuan Indonesia memproduksi jagung sekitar lebih kurang 7,8 juta ton.

"Untuk mencapai kebutuhan jagung hibrida ini kita membutuhkan 1,2 juta Ha. Untuk itu tepat kiranya program ini kita sambut baik," ujar Pembina Gabungan Kelompok Tani SAMJ kelurahan Batuteritip kota Dumai, T Rusli Ahmad yang juga sebagai Ketua DPD Banteng Muda Indonesia Riau dan Sekretaris Komisi I DPRD propinsi Riau dari Fraksi PDIP, kepada datariau.com, Rabu (20/9/2017).

Dia menerangkan bahwa langkah kepeduliannya kepada kaum tani didukung penuh oleh Anto Rahman selaku Ketua Umum HKTI Propinsi Riau dan juga sebagai Pembina Gapoktan SAMJ.

"Disini saya mengajak kita agar menjaga program ini segera terwujud. Kita patut berbangga setelah dikeluarkannya Peraturan menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor P 83/ MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2016 tanggal 25 Oktober 2016 tentang perhutanan Sosial yang tercantum dalam pasal 40, 41,42 dan 43," terangnya.

Kemudian juga adanya Sk. KLHK nomor 528/PKPS/PSL/PKPS.0/7/2017 Tentang permohonan persetujuan Naskah Kesepakatan Kerjasama.

SK MLHK nomor S.533/PKPS/PK/PKPS.0/7/2017 Tanggal 12 juli tentang Fasilitas kemitaraan kehutanan pada Area PT Diamond Raya Timber.

Perturan Dirjend Perhutanan Sosial Kemitraan Lingkungan nomor P.18/PSKL/SET/PSL.0/12/2016 tentang pedoman penyusunan Naskah Kesepakatan Kerjasama (NKK).

"Program ini secara langsung telah dilakukan sosialisasi oleh Kepala Bidang PKPS KLH dan Kehutanan bapak Rahman dan staf juga didampingi staf Dinas Kehutanan Pro Riau bapak Sugianto pada tanggal 20 Juli 2017. Sosialisasi ini dipandu oleh salah satu pembina Gapoktan SAMJ yang sekaligus sebagai koordinator Kemitran bapak Suriyanto Sp yang saat ini duduk sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Dumai," terang Rusli Ahmad.

Pada tanggal 20 September 2017 juga dilakukan verifikasi kesesuai data NKK oleh tiga orang Staf Dirjend PKPS KLH dan Kehutanan yang didampingi oleh Suriyanto Sp dan berdasarkan sosialisaai yang disampaikan pada tanggal 20/9/2017 oleh staf Dirjend PKPS Iswandi, maka akan dikeluarkan Surat Keputusan Menteri LHK untuk ditindaklanjuti ke dalam lembaran negara dan akan dikeluarkan surat penetapan dan perlindungan kemitraan oleh negara.

"Jadi program ini akan dilindungi negara. Berdasar konfirmasi ke Pembina Gapoktan SAMJ bahwa akan dicanangkan penanaman perdana oleh Mentri LHK dan Kehutanan dan dihadiri oleh 2 orang Dirjen dari dua Kementrian yaitu Kementian LHK dan Pertanian. Insya Allah Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang juga akan ikut menghadiri," lanjutnya.

"Ini semua dalam persiapan mengingat lokasi ini merepakan lokasi terpencil yang juga berbatasan langaung dengan negara Malaysia yang berjarak lebih kurang 56 mil laut. Adapun program pertanian terpadu ini akan mengandalkan komoditi jagung seluas 4000 hektare, padi 1000 hektare, sayuran Holtikultura lainnya 50 hektare," terangnya lagi.

Di lokasi ini juga dibangun tempat ibadah masjid sebanyak 3 unit dan lahan pesantren seluas 10 hektare, termasuk nantinya bangunan pergudangan hasil panen. Di lokasi ini juga akan dibangun peternakan besar seperti sapi dan kambing dimana adanya kecukupan pakan ternak.

Seluruh program ini merupakan kerjasama antara PT DRT dan PT Merak Mas Nusantara Semarang serta PT Caron Pokhan Sumatera Utara yang juga sebagai pasar bagi hasil panen produksi jagung dan lainnya.

"Kita juga akan jadikan kawasan ini sebagai kawasan agrowisata terpadu. Dan ini program perhutanan sosial merupakan program Nasional pertama di Indonesia dan akan dijadikan percontohan perhutanan sosial yang pertama di Indonesia," kata Rusli Ahmad yang juga Ketua DPD LPM Riau ini.

Penulis
: Irwansyah
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)