Karaoke Simpang Kasus Tetap Beroperasi Meskipun Lebaran Idul Adha, Kinerja Upika Seberida Dipertanyakan

datariau.com
1.700 view
Karaoke Simpang Kasus Tetap Beroperasi Meskipun Lebaran Idul Adha, Kinerja Upika Seberida Dipertanyakan
Ilustrasi

RENGAT, datariau.com - Karaoke di Simpang Kasus Kelurahan Pangkalan Kasai Kecamatan Seberida, Inhu masih tetap beroperasi, bahkan saat hari lebaran Idul Adha saat sebagian besar warga tengah beribadah.

Karaoke, kafe dan warung remang di Simpang Kasus ini sekian lama meresahkan karena diduga menyediakan wanita penghibur dan menjadi sarang maksiat. Namun Unsur Pimpinan Kecamatan (Upika) Seberida seperti belum ada tindakan tegas.

"Sangat disayangkan, mereka semakin menjadi-jadi, saat lebaran pun tetap beroperasi. Maka untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, Pemerintah Kabupaten Inhu melalui Upika Siberida harus memutuskan untuk menutup seluruh aktifitas di sana," kata Asep, warga setempat saat menyampaikan kepada datariau.com, Kamis (7/9/2017).

Dikatakan Asep, untuk menumpas aksi prostitusi di lokasi tersebut, Pemkab Inhu melalui Upika harus tegas, karena selama ini lokasi itu beberapa kali ditutup namun dibiarkan buka kembali.

"Aktifitas tempat karaoke di Simpang Kasus dan Blok A pada hari Kamis (31/8/2017) malam pada saat berlangsungnya takbiran di mesjid-mesjid, mereka tidak peduli dengan takbiran yang ada di mesjid dan menghidupkan musik dengan suara yang sangat keras," kata Asep.

Seakan-akan, lanjutnya, mereka menganggap malam takbiran tersebut adalah malam kebebasan mereka, sehingga mereka beraktifitas dengan senaknya bahkan sampai terdengar azan subuh belum juga tutup.

"Dan aktifitas tersebut kembali berlanjut pada jum'at (1/9/2017) malam, dan tidak menutup kemungkinan akan terus belanjut ke malam-malam berikutnya," sebut Asep lagi.

Sebagai warga kelurahan Pangkalan Kasai, Asep berharap kepada pemerintah daerah melalui Upika Siberida untuk benar-benar serius menutup tempat karaoke dan kafe-kafe yang ada di Simpang Kasus, karena dinilai sudah sangat mengganggu.

"Saya berharap pemerintah serius menutup loaksi ini, karena tempatnya sudah tidak layak dan sangat menggangu lingkungan, saya khawatir jika dibiarkan tempat ini akan menjadi seperti Kampung Dolyy atau tempat prostitusi lainnya," pungkasnya.

Terkait keresahan warga dan beroperasinya kafe serta karaoke di malam takbiran Simpang Kasus, Camat Siberida Wisnu Subroto sejauh ini belum berhasil dihubungi untuk dimintai keterangan. Saat dihubungi selulernya belum ada jawaban.

Penulis
: Heri
Editor
: Agusri
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)