Kafe Prostitusi Kembali Tumbuh Subur di Simpang Kasus Seberida, Pemilik Mengaku Bayar Uang Keamanan

datariau.com
3.377 view
Kafe Prostitusi Kembali Tumbuh Subur di Simpang Kasus Seberida, Pemilik Mengaku Bayar Uang Keamanan
Illustrasi

RENGAT, datariau.com - Kefe diduga menjadi tempat protitusi di kawasan Simpang Kasus jalan Kulim 8 Kelurahan Pangkalan Kasai Kecamatan Seberida Kabupaten Inhu kembali marak.

Dari informasi yang dihimpun tim Datariau.com di Simpang Kasus ada sekitar 10 kafe yang buka kembali, 6 kafe berada di kawasan Simpang Kasus dan 4 kafe berada di Sawitan Blok A Desa Titian Resak. Di kafe tersebut dikabarkan juga tersedia wanita penghibur dan minuman beralkohol serta musik keras.

Meskipun sudah buka kembali setelah sebelumnya sempat ditutup, aparat terkait seperti pihak kecamatan, Satpol PP maupun kepolisian sepertinya belum mengambil langkah tegas.

"Seharusnya sebelum ramai segera ditertibkan, nanti kalau sudah ramai tentu susah," sebut seorang warga Yudi kepada datariau.com, kemarin.

Sementara dari keterangan salah seorang pemilik kafe yang dapat dikonfirmasi tim Datariau.com mengaku terpaksa membuka kembali kafe dan menyediakan wanita penghibur untuk memenuhi kebutuhan hidup dan juga atas permintaan para pelanggan.

Menurut ibu separuh baya tersebut, kafenya yang ditempati merupakan sewa dan bukan miliknya sendiri. "Kafe ini kami buka pada malam hari saja setelah sholat Isya, dan jika pada siang hari semua kafe yang ada disini kami tutup dan tidak menerima tamu," urainya.

Pemilik kafe lainnya juga menyebut adanya uang keamanan yang dibayarkan kepada oknum pemuda dan bahkan aparat.

Atas informasi ini, tim Datariau.com kemudian menelusuri kepada siapa pemilik kafe ini menyewa tempat tersebut. Didapat informasi bahwa seorang bernama Joko yang disebut-sebut sebagai geng dan pengelola sejumlah kafe dan juga memiliki kafe. Namun saat dikonfirmasi Joko membantahnya.

“Saya bukan sebagai pengelola kafe disini, meski para pemilik kafe menyebut saya sebagai geng atau pengelola, sebab pengelolaan merupakan masing-masing para pemilik kafe," kata Joko membantah.

Disinggung mengenai pelanggaran kafe yang menyediakan wanita penghibur, minuman beralkohol dan musik keras dan harusnya ditutup, Joko dengan nada keras marah.

"Kalau mau ditutup semua kafe yang ada disini jangan pilih kasih. Tutup saja semuanya," kata Joko dengan nada tinggi.

Dijelaskan Joko, kafe yang ada di sekitar simpang kasus ada 6 kafe dan 4 kafe lainnya berada di Sawitan Blok A Desa Titian Resak. Saat ditanya lagi adanya informasi setiap kafe memberikan uang Rp400 ribu kepada sekelompok pemuda Pangkalan Kasai untuk keamanan juga dibantah Joko.

"Mana ada kami disini stor-stor uang kepada pihak manapun, kalaupun ada mereka datang dan mereka minum hanya harga minum saja yang kami kurangi," tegasnya.

"Saya tidak miliki hak untuk mengomentari masalah kafe maupun PSK, nanti saya salah pula mengomentari masalah ini, jadi langsung saja tanyakan kepada pak camat," ujarnya menutup pembicaraan.

Penulis
: Heri
Editor
: Riki
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)