Reses Tekad Indra di Marpoyan Damai, Terungkap Honor Kader Posyandu Hanya Rp100.000 per Bulan

datariau.com
58 view
Reses Tekad Indra di Marpoyan Damai, Terungkap Honor Kader Posyandu Hanya Rp100.000 per Bulan
Foto: Endi
Tekad Indra Pradana Abidin saat melaksanakan reses di Kecamatan Marpoyan Damai, Rabu (15/7/2026).

PEKANBARU, datariau.com - Kesejahteraan kader Posyandu menjadi salah satu aspirasi yang mencuat saat Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Tekad Indra Pradana Abidin, melaksanakan reses masa sidang III Tahun 2025/2026 di daerah pemilihannya, Kecamatan Marpoyan Damai, Rabu (15/7/2026).

Dalam dialog bersama masyarakat, sejumlah kader Posyandu menyampaikan keluhan terkait minimnya insentif yang mereka terima. Bahkan, ada kader yang mengaku hanya memperoleh insentif sekitar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per bulan, meski memikul tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Menanggapi aspirasi tersebut, Tekad mengaku prihatin. Menurutnya, kader Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat yang memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program pemerintah.

"Saya sering mendengar langsung keluhan dari kader Posyandu. Ada yang hanya menerima insentif Rp50 ribu sampai Rp100 ribu per bulan. Padahal, tugas dan tanggung jawab mereka sangat besar dalam melayani masyarakat," ujar Tekad.

Politisi PDI Perjuangan itu menilai besaran insentif yang diterima para kader saat ini sudah tidak sebanding dengan pengabdian yang mereka berikan.

Selain memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak, para kader Posyandu juga terlibat dalam berbagai program pemerintah, mulai dari pendataan warga, upaya pencegahan stunting, hingga memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Bahkan, menurut Tekad, tidak sedikit kader Posyandu yang harus mengeluarkan biaya pribadi untuk menunjang kegiatan pelayanan ketika anggaran yang tersedia tidak mencukupi.

"Ada kader yang rela menggunakan uang sendiri untuk membeli makanan tambahan bergizi atau memenuhi kebutuhan kegiatan Posyandu. Ini menunjukkan dedikasi yang luar biasa," katanya.

Karena itu, Tekad mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru agar memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan kader Posyandu, salah satunya melalui peningkatan insentif yang mereka terima.

Ia menilai, peningkatan kesejahteraan kader merupakan bentuk penghargaan atas pengabdian mereka sekaligus langkah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tengah masyarakat.

"Kalau kita ingin pelayanan Posyandu semakin baik, tentu para kadernya juga harus diperhatikan. Mereka bekerja dengan penuh semangat dan pengabdian, sehingga sudah seharusnya mendapat dukungan yang layak," jelasnya.

Selain kenaikan insentif, Tekad juga berharap dukungan operasional kegiatan Posyandu dapat ditingkatkan agar para kader tidak lagi terbebani menggunakan dana pribadi saat menjalankan tugas.

"Aspirasi ini akan kami perjuangkan dan komunikasikan dengan pemerintah daerah. Mudah-mudahan kesejahteraan kader Posyandu ke depan bisa lebih baik karena peran mereka sangat penting bagi masyarakat," tutupnya. (end)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)