INHU, datariau.com - Pelajaran berharga bagi orangtua yang memiliki anak gadis, agar tidak membolehkan keluar rumah tanpa ditemani mahrom. Karena zaman sekarang, kelakuan manusia semakin ganas.
Seperti yang menimpa seorang siswi SMP di Rengat Kabupaten Inhu inisial EL (15) ini, ia pamit kepada ibunya MAR dan abangnya GA pada Sabtu 19 September 2015 lalu untuk pergi les, karena hari itu ia dijemput oleh guru lesnya bernama NAS.
Karena memperbolehkan anak gadisnya keluar dibawa laki-laki tanpa mahrom, ini awal sumber petaka bagi keluarga ini. Sang anak yang baru beberapa hari tinggal di Rengat karena sebelumnya bermukim di Pulau Jawa di kediaman nenek, menjadi bulan-bulanan pria hidung belang.
Pelaku pencabulan adalah guru les tersebut dan ditambah pula oleh tetangga korban inisial SN yang bekerja di Pabrik Kelapa Sawit PT TJS di Desa Talang Jerinjing, Kecamat Kecamatan Rengat Barat, sebagai personalia.
Korban baru pulang pada Ahad (20/9/2015) pagi. Karena sejak Sabtu itu korban sudah dipindahtangankan dari guru les NAS kepada pria lain SN.
Kapolres Inhu AKBP Ari Wibowo SIk melalui Kasat Reskrim AKP Taufik Suardi, Senin (28/9/2015) menjelaskan, guru les ini mencabuli korban kemudian diantar ke taman wisata Danau Raja dengan harapan korban bisa pulang sendiri.
Kemudian korban bertemu dengan tersangka berikutnya yakni SN. Kebetulan antara korban dengan tersangka SN juga bertetangga. Hanya saja, korban tidak begitu mengenal tersangka.
Pertemuan antara korban dengan tersangka SN bukannya sama-sama pulang, melainkan berlanjut ke sebuah penginapan di Belilas Kecamatan Seberida. "Korban dirayu dan dibujuk tersangka untuk jalan-jalan ke Taman Wisata Belilas. Kemudian, tersangka mengajak korban nginap di sebuah penginapan," ungkapnya.
Setelah dicabuli, korban yang masih lugu ini kemudian disuruh pulang sendiri dan diberi uang Rp150 ribu. Karena sudah kacau, korban yang tidak tahu apa-apa dan tidak mengenal daerah ini, kemudian menghubungi keluarganya Ahad pagi itu minta dijemput di Pematang Reba.
Kepada orangtuanya, korban langsung menceritakan apa yang telah menimpanya selama berangkat dari rumah kemarin sampai malam dan pagi tersebut. Tidak terima atas kejadian itu, orangtua korban beserta korban melapor ke Polres Inhu.
"Kita langsung menangkap kedua pelaku dan kini keduanya sudah diamankan di Mapolres Inhu, keduanya sudah ditetapkan tersangka," pungkasnya. (her)