BAGANBATU, datariau.com - Setelah Sukarjo seorang ayah bejat meniduri anak kandung di Inhu, kali ini terungkap lagi seorang ayah yang juga tega meniduri anak kandungnya sendiri selama 6 tahun sejak anak itu masih duduk di bangku SMP hingga tamat SMA di Bagansinembah Rokan Hilir.
Ayah bejat itu adalah Parudin (41) warga Jalan Nangka RT 001, RW 002, Kelurahan Bahtera Makmur Kota Kecamatan Bagan Sinembah, Rohil yang kesehariannya bekerja sebagai buruh bongkar muat SPSI.
Perbuatan Parudin terbongkar saat putrinya (sebut saja namanya Bunga) yang kini berusia 19 tahun tidak memperbolehkan teman lelakinya untuk bermain ke rumah. Bahkan di masa Bunga masih sekolah juga sang ibu sudah mulai menaruh curiga, lantaran setiap pulang sekolah Bunga diharuskan mencium dan memeluk ayahnya.
Mengingat keganjilan yang kerap dirasakan Sur (ibu Bunga), membuat Sur ingin mengetahui secara pasti apa yang sedang terjadi antara putri dan suaminya itu, dan dengan sedikit memaksa Sur mempertanyakan kepada Bunga, apakah ayahnya ada pernah melakukan sesuatu terhadap dirinya.
Bagai disambar petir di siang bolong ketika Sur mendengar pengakuan putrinya itu yang mengatakan bahwa ayahnya kerap melakukan hal tidak senoh itu kepada dirinya sejak masih duduk di bangku kelas satu SMP, membuat Sur gemetar menahan amarah.
Setelah mengetahui kejadian tersebut yang juga saat itu didengar langsung oleh ayahnya, ayahnya pun langsung berlari ke arah dapur, takut kalau ayahnya akan melakukan sesuatu yang tidak diinginkan, Bunga bersama ibunya pun langsung menyelamatkan diri pergi ke rumah saudaranya dan langsung menceritakan apa yang telah terjadi, selanjutnya Sur bersama Bunga langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Bagan Sinembah, Kamis 4 Desember 2014.
Sementara, ayah Bunga pun langsung menghilang pergi menyelamatkan diri hingga akhirnya berhasil diamankan polisi. Dar laporan Bunga di Mapolsek disebutkan bahwa perbuatan ayah kandungnya itu pertama dilakukan pada saat Bunga masih duduk di bangku kelas satu SMP, yang pada saat itu Bunga diajak ayahnya menjenguk bibinya yang baru saja melahirkan di daerah Mahato, Rokan Hulu
Di tengah perjalanan sekitaran Hutan Tanaman Industri (HTI) itulah ayahnya pertama kali meniduri Bunga di bawah ancaman agar tidak menceritakan kepada siapapun. Terakhir perbuatan tersebut dilakukan pada Ahad 5 Januari 2014 sekira pukul 10.00 WIB di rumahnya sendiri ketika ibunya sedang tidak berada di rumah.
Sejak terbongkar aksi bejat tersebut Parudin sempat bersembunyi dan akhirnya berhasil diringkus oleh polisi pada Senin 15 Desember 2014 kemarin di Gang Keluarga Kepenghuluan Kasang Bangsawan Muda Kecamatan Pujud sekira pukul 09.30 Wib.
Kapolres Rokan Hilir AKBP Subiantoro, dikonfirmasi datariau.com, Selasa (16/12/2014) melalui Kapolsek Bagan Sinembah, membenarkan kejadian tersebut bahkan saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolsek Bagan Sinembah guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.
"Ya, kita sudah berhasil menangkap pelaku di daerah Kecamatan Pujud, dan saat ini sedang kita proses lebih lanjut," terang Kapolsek.
Perbuatan bejat sang ayah belakangan ini semakin santer saja. Sebelumnya Sukarjo (39) warga Jalan Hang Tuah, Gg Geger Rt 05 Rw 02, Kelurahan Sekip Hilir, Kecamatan Rengat Kabupaten Inhu, Riau juga tega menggauli anak kandung semata wayangnya. Setelah ditangkap polisi,Sukarjo gantung diri di dalam sel. (sam)