Pengenalan Potensi Biji Durian, Mahasiswa KUKERTA UNRI Berdampak Dorong Ekonomi Kreatif Masyarakat Desa Benayah

datariau.com
41 view
Pengenalan Potensi Biji Durian, Mahasiswa KUKERTA UNRI Berdampak Dorong Ekonomi Kreatif Masyarakat Desa Benayah

SIAK, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Berdampak Universitas Riau (UNRI) melaksanakan kegiatan edukasi dan pelatihan pemanfaatan biji durian menjadi produk pangan bernilai ekonomis di Desa Benayah, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal sekaligus mengurangi limbah organik rumah tangga.

Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh melimpahnya produksi durian di Desa Benayah yang selama ini menjadi salah satu sumber pendapatan musiman masyarakat. Sebagian warga menjual buah durian secara langsung, sementara sebagian lainnya mengolah daging durian menjadi tempoyak sebagai pangan khas daerah.

Namun, aktivitas tersebut juga menghasilkan limbah biji durian dalam jumlah cukup besar yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan umumnya hanya dibuang. Padahal, biji durian memiliki kandungan karbohidrat dan protein yang dapat diolah menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah, seperti tepung, brownies, maupun keripik.

Baca juga: Desa Benayah Siak Terpilih Sebagai Lokasi Praktek Lapangan PMI UIN Suska Riau


Melihat potensi tersebut, mahasiswa KUKERTA UNRI Berdampak menghadirkan program edukasi mengenai pengelolaan limbah rumah tangga dengan fokus pada pemanfaatan biji durian. Melalui pelatihan ini, masyarakat diajak memahami bahwa limbah organik dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan berpotensi menjadi peluang usaha baru.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai kandungan gizi biji durian, manfaat pengelolaan limbah organik, serta peluang pengembangan usaha berbasis pangan lokal. Tim mahasiswa juga memperkenalkan berbagai contoh produk olahan yang telah dibuat sebagai inspirasi bagi masyarakat.

Setelah sesi pemaparan materi, peserta mengikuti demonstrasi pembuatan tepung biji durian yang menjadi bahan baku utama berbagai produk olahan. Mahasiswa menjelaskan setiap tahapan proses secara rinci, mulai dari pencucian, pengupasan kulit biji, perendaman, pengeringan, penepungan, hingga pemanfaatannya sebagai bahan dasar pembuatan brownies.

Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Tanam Ratusan Bibit Durian dan Jengkol di Desa Sungai Besar Rohil


Selain itu, peserta juga diperlihatkan proses pembuatan keripik biji durian sebagai salah satu alternatif produk olahan yang mudah diproduksi dan memiliki nilai jual. Demonstrasi dilakukan secara langsung sehingga masyarakat dapat memahami teknik pengolahan dengan baik dan berpeluang mempraktikkannya secara mandiri di rumah.



Suasana pelatihan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta, khususnya ibu-ibu PKK Desa Benayah, menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai teknik pengolahan, ketahanan produk, hingga peluang pemasaran hasil olahan biji durian.

Di antara berbagai produk yang diperkenalkan, brownies berbahan dasar tepung biji durian menjadi produk yang paling menarik perhatian peserta. Selain memiliki cita rasa yang dinilai lezat, produk tersebut juga dianggap mudah dibuat menggunakan peralatan rumah tangga sehingga berpotensi dikembangkan sebagai usaha skala rumahan.

Baca juga: Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau


Mahasiswa KUKERTA UNRI berharap melalui kegiatan ini masyarakat tidak lagi memandang biji durian sebagai limbah yang tidak bernilai, melainkan sebagai sumber bahan baku yang dapat diolah menjadi produk pangan inovatif dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Penulis
: Ananda Cahaya Illahi
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)