Komisi IV Sayangkan Proyek IPAL Hancurkan Jalan di Pekanbaru

Datariau.com
326 view
Komisi IV Sayangkan Proyek IPAL Hancurkan Jalan di Pekanbaru

PEKANBARU, datariau.com - Ketua Komisi IV DPRD kota Pekanbaru menyayangkan Pemerintah Kota Pekanbaru lalai dalam pengawasan pekerjaan proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kota Pekanbaru. Akibatnya proyek itu menyebabkan jalanan rusak.

"Dinas terkait dalam hal ini pengawasan yakni PUPR, jangan hanya menerima laporan dari masyarakat. Harus turun ke lapangan, harus menegur. Jangan setelah kejadian, baru ribut. Sementara pengawasannya mereka tidak pernah turun," kata Sigit Yuwono, Senin (5/7/2021).

Dikatakan Politisi Partai Demokrat ini, bahwa instansi terkait dalam hal ini Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Perkerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Pekanbaru kurang melakukan pengawasan dan kontrol pengerjaan.

Sehingga para kontraktor IPAL menjadi sesuka hati 'menghancurkan' jalan umum yang dijadikan titik lokasi pengerjaan. 'Kekacauan' proyek IPAL ini memberikan dampak buruk bagi masyarakat Kota Pekanbaru.

Amburadulnya proyek IPAL ini bisa dilihat di kawasan Kecamatan Sukajadi, hampir seluruh ruas jalan menjadi rusak. Akses penutupan jalan dilakukan kontraktor IPAL sepihak tanpa koordinasi dengan instansi terkait lainnya.

Hampir satu tahun, proyek IPAL dirisaukan oleh masyarakat, terlebih lagi masyrakat di lokasi titik pengerjaan IPAL. Akses jalan ditutup habis, air dan tanah galian dibuang begitu saja ke dalam drainase.

Ditambah lagi dengan alat berat yang bekerja di tengah padatnya lalu lintas di kawasan pengerjaan IPAL. Bahkan, banyak usaha yang tutup akibat akses jalan terhalang.

"Masyarakat juga seharusnya bisa nyaman berjalan. Jangan mentang proyek dari pusat, jangan seweang juga di sini. Bekerjalah sesuai dengan SOP yang tidak merugikan orang banyak," sambung Sigit dengan nada geram.

Terkait dengan penutupan akses jalan, Sigit sarankan agar kontraktor IPAL berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Pekanbaru dan juga Satuan Lalulintas (Satlantas).

"Kalo itu, bekerja samalah dengan Dishub Pekanbaru dan juga Lalulintas. Kemudian untuk tanah bekas galian itu segera dibuang, jangan dibiarkan menumpuk," pintanya. (aml)

Kirim berita, hak jawab, laporan: 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)